Tugas Resume Manajemen Keuangan Pertemuan Ke-3
“Analisis Rasio Keuangan”
Sumber Buku Referensi :
Manajemen Keuangan, Penulis
Prof. Dr. Ridwan. Sundjaja, Drs., MSBA
Dra. Inge Barlian, Ak., Msc.
Oleh Kelompok 6 :
1. Jatu Tri Hardiyanti
2. Tuti Alfiani
3. Uqoilah
MANAJEMEN PENDIDIKAN 2009
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
Penggunaan Rasio Keuangan
•Laporan keuangan berisi informasi penting untuk masyarakat, pemerintah, pemasok dan kreditur, pemilik perusahaan, investor, pelanggan dan karyawan yang diperlukan secara tetap untuk mengukur kondisi dan efisiensi operasi perusahaan.
•Analisa rasio adalah suatu metode perhitungan dan interpretasi rasio keuangan untuk menilai kinerja dan status suatu perusahaan.
Rasio Likuiditas
•Rasio likuiditas digunakan untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya yang jatuh tempo.
•Tiga ukuran dasar dari likuiditas yaitu :
1.Modal Kerja Bersih
Merupakan alat ukur likuiditas yang diperoleh dari aktiva lancar dikurangi pasiva lancar.
2.Rasio Lancar
Merupakan alat ukur likuiditas yang diperoleh dengan membagi aktiva lancar dengan pasiva lancar.
3. Rasio Cepat
Adalah sama dengan rasio lancar kecuali tanpa memperhitungkan persediaan yang dianggap sebagai aktiva lancar yang kurang likuid.
•Dari ketiga alat ukur likuiditas tersebut, jika semakin tinggi nilainya maka likuiditas perusahaan semakin baik
•Kelebihan likuiditas akan mengurangi resiko ketidakmampuan memenuhi kewajiban jangka pendek yang jatuh tempo dan akn mengurangi laba.
•Jadi biaya untuk meningkatkan likuiditas merupakan pertukaran antara laba dan likuiditas.
Rasio Aktivitas
•Digunakan untuk mengetahui kecepatan beberapa perkiraan menjadi penjualan atau kas.
•Rasio yang dipakai untuk mengukur aktivitas, yaitu :
1.Perputaran Persediaan, yaitu mengukur aktivitas atau likuiditas dari persediaan perusahaan.
2.Perputaran Piutang, yaitu mengukur perbandingan penjualan perusahaan dan besarnya piutang yang belum ditagih.
•Jika perusahan mempunyai kesulitan dalam penagihan, maka perusahaan mempunyai saldo piutang yang besar dan rasionya rendah. Sebaliknya jika perusahaan mempunyai kebijakan kredit dan prosedur penagihan yang baik maka saldo piutang rendah sehingga rasionya tinggi.
3.Rata – Rata Periode Tagih, adalah jumlah rata – rata waktu yang diperlukan untuk menagih piutang.
•Rasio ini bermanfaat untuk mengevaluasi kebijakan pinjaman dan kebijakan penagihan.
4.Rata – Rata Periode Bayar, adalah jumlah rata – rata waktu yang dilakukan untuk melakukan hutang dagang.
•Kesulitan dalam perhitungan rasio ini adalah mencari pembelian tahunan yang nilainya tidak dapat diperoleh dari laporan keuangan yang dipublikasikan.
•Pembelian tahunan secara teknis adalah pembelian kredit tahunan yang digunakan untuk menghitung rasio tersebut.
5.Perputaran aktiva tetap, merupakan alat ukur efisiensi dimana perusahaan menggunakan aktiva tetapnya untuk menghasilkan penjualan.
6.Perputaran Total Aktiva, menunjukkan efiensi dimana perusahaan menggunakan seluruh aktivanya untuk menghasilkan penjualan.
•Semakin tinggi perputaran aktiva maka semakin efiensi pula penggunaan aktiva tersebut.
Rasio Hutang
•Seorang analisis keuangan berkepentingan dengan hutang jangka panjang sebab perusahaan harus membayar bunga dalam jangka panjang dan pokok pinjamannya.
•Pemberi pinjaman juga berkepentingan terhadap kemampuan perusahaan untuk membayar hutang, sebab semakin banyak hutang perusahaan maka semakin tinggi kemungkinan perusahan tidak dapat memenuhi kewajibannya kepada kreditur.
•Lebih banyak hutang perusahaan yang digunakan dalam kaitannya dengan total aktiva, lebih besar lagi pengaruh keuangan yaitu sejumlah hasil dan resiko yang ditimbulkan melalui penggunaan beban tetap keuangan seperti hutang dan saham preferen. Dengan kata lain semakin besar pengaruh keuangan yang digunakan perusahaan maka semakin besar hasil dan resiko yang diharapkan.
•Salah satu cara untuk mengukur hutang dilihat dari tingkat jumlah hutang, yaitu dengan mengukur seluruh kekayaan perusahaan.
Rasio hutang
Adalah mengukur besar total aktiva yang dibiayai oleh kreditur perusahaan. Semakin tinggi resiko tersebut maka banyak uang kreditur yang digunakan oleh perusahaan untukmenghasilkan laba.
Rasio hutang terhadap ekuitas
Yaitu perbandingan antara hutang jangka panjang dengan modal pemegang saham perusahaan.
Kemampuan melunasi hutang
Yaitu kemampuan perusahaan untuk melakukan pembayaran hutang sesuai perjanjian berdasarkan jadwal selama umur hutangnya. Dalam hutang tersebut terdapat kewajiban tetap yaitu membayar bunga dan pokok pinjaman.
Kemampuan perusahaan untuk membayar biaya tetap diukur menggunakan rasio mampu. Rasio mampu yang tinggi lebih disukai tetapi terlalu tinggi rasio tersebut ( diatas rata – rata ) menunjukkan adanya kewajiban tetap yang tidak digunakan dengan baik. Sebaliknya semakin rendah rasio mampu, maka perusahaan lebih beresiko untuk tidak dapat membayar kewajiban tetapnya.
Dua rasio mampu, yaitu :
•Rasio mampu bayar bunga
Rasio ini mengukur berapa kali kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban berupa bunga dari hasil laba sebelum bunga dan pajak. Semakin tinggi rasio maka semakin baik kemampuan perusahaan membayar bunga.
•Rasio mampu bayar kewajiban tetap
Rasio ini mengukur berapa kali kemampuan perusahaan untuk memenuhi semua kewajiban tetapnya, seperti bunga dan pokok pinjaman, pembayaran sewa guna usaha dan dividen saham preferen dari hasil laba sebelum bunga dan pajak serta pembayaran sewa guna usaha. Semakin tinggi rasio ini maka semakin baik kemampuan perusahaan membayar kewajiban tetapnya.
Rasio Profitabilitas
Alat yang umum digunakan untuk mengevaluasi profitabilitas dihubungkan dengan penjualan yaitu laporan laba rugi dalam persentase yang umum yaitu laporan laba rugi dimana setiap posnya dinyatakan dalam persentase penjualan. Pada laporan laba rugi dalam presentase yang umum, setiap unsur dinyatakan sebagai persentase penjualan, sehingga memudahkan evaluasi hubungan antara penjualan dan pendapatan tertentu serta biaya. Laporan laba rugi dalam persentase yang umum bermanfaat untuk membandingkan kinerja dari tahun ke tahun.
Rasio profitabilitas yang dapat dibaca dari laporan laba rugi dalam persentase yang umum :
a. marjin Laba Kotor, adalah ukuran presentase dari setiap hasil sisi penjualan sesudah perusahaan membayar harga pokok penjualan. Semakin tinggi marjin laba kotor, maka semakin baik dan secara relatif semakin rendah harga pokok barang yang dijual.
b. Marjin Laba Operasi, adalah ukuran presentase dari setiap hasil sisa penjualan sesudah semua biaya dan pengeluaran lain dikurangi kecuali bunga dan pajak; atau laba bersih yang dihasilkan dari setiap rupiah penjualan. Marjin laba operasi mengukur laba yang dihasilkan murni dari operasi perusahaan tanpa melihat beban keuangan (bunga) dan beban dari pemerintah (pajak).
c. Marjin Laba Bersih, adalah ukuran persentase dari setiap hasil sisa penjualan sesudah dikurangi semua biaya dan pengeluaran, termasuk bunga dan pajak.
d. Hasil Atas Total Asset (HAA), adalah ukuran keseluruhan keefektifan .
e. Hasil atas ekuitas (HAE), adalah ukuran hasil yang diperoleh pemilik (baik pemegang saham preferan dan saham biasa) atas investasi di perusahaan. Semakin tinggi hasil semakin baik.
f. Pendapatan Per Saham (PPS), perusahaan biasanya menjadi perhatian dan pemegang saham pada umumnya atau calon pemegang saham dan manajemen. PPS menunjukkan jumlah uang yang dihasilkan dari setiap lembar saham biasa. Hal ini tidak menunjukkan pendapatan yang nyata dibagikan kepada pemegang saham.
selamat datang sahabat-sahabat yang peduli pendidikan..
Ada Untuk Berbagi,.
Terlahir untuk berproses...
Salam Pendidikan Berkualitas...
Kamis, 07 Oktober 2010
Kamis, 30 September 2010
Resume Pengantar Manajemen Keuangan
Tugas Resume Manajemen Keuangan
“Pengantar Manajemen Keuangan”
Sumber Buku Referensi :
Manajemen Keuangan, Penulis
Prof. Dr. Ridwan. Sundjaja, Drs., MSBA
Dra. Inge Barlian, Ak., Msc.
Oleh Kelompok 6 :
1. Jatu Tri Hardiyanti
2. Tuti Alfiani
3. Uqoilah
MANAJEMEN PENDIDIKAN 2009
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
A. Pengertian Keuangan dan Manajemen Keuangan
Keuangan adalah merupakan ilmu dan seni dalam mengelola uang, yang mempengaruhi kehidupan setiap orang dan setiap organisasi.
Keuangan berhubungan dengan proses, lembaga, pasar dan instrument yang terlibat dalam transfer uang, diantara individu maupun anar bisnis dan pemerintah.
Ruang lingkup keuangan :
•Jasa keuangan, berhubungan dengan pemberian nasehat dan perencanaan produk-produk keuangan bagi individu, bisnis dan pemerintah.
•manajemen keuangan, berhubungan dengan tugas sebagai manajer keuangan dalam suatu perusahaan bisnis.
Manajemen keuangan dalam banyak hal berkaitan dengan pembuatan keputusan, keputusan yang diambil berkaitan dengan keuangan yaitu berapa besar asset yang dibutuhkan oleh suatu usaha, bagaimana sebaiknya komposisi dari masing-masing asset tersebut, serta darimana sumber pembiayaan atas investasi tersebut.
B. Bentuk Badan Usaha
Ditinjau dari sudut bentuk hukum, badan usaha dibedakan menjadi :
1. Badan Usaha Milik Negara/Daerah (BUMN/D)
Perusahaan Jawatan (Perjan) , sebagai BUMN, modal perusahaan jawatan tidak terpisah dari APBN
2. Perusahaan umum (Perum), modal perusahaan umum yang disetor merupakan kekayaan Negara yang dipisahkan dari APBN dan tidak terdiri atas saham.
3. Persero (PT), berbentuk perseroan terbatas yang mayoritas saham-sahamnya dimiliki Negara.
4. Perusahaan Negara (PN), perusahaan Negara yang secara khusus dibentuk berdasar suatu perundang-undangan pendirian dan didalamnya mengatur juga mengenai modal.
5. Perusahaan Daerah (PD), modal perusahaan daerah adalah kekayaan yang terpisah dari APBD)
2. Perusahaan Swasta
1. Perusahaan perorangan, perusahaan yang pemiliknya memiliki tanggung jawab yang tidak terbatas terhadap kewajiban perusahaan dengan seluruh kekayaannya.
2. Perusahaan perdata.
3. Firma, suatu bisnis yang dimiliki oleh 2 orang atau lebih dan dioperasikan untuk memperoleh laba.
4.Commanditaire Vennootscap (CV)
5.Perseroan terbatas , tanggung jawab persero terbatas pada jumlah modal saham yang disetor.
3. Koperasi, merupakan badan hukum dimana modal pokoknya adalah simpanan pokok anggota yang tidak dapat dipindahtangankan dan dapat diambil kembali bila anggota keluar dari keanggotaan koperasi.
C. Fungsi Manajemen Keuangan
Fungsi manajemen keuangan terkait dengan :
a. keputusan tentang penanaman modal
b. pengalokasian dana pembiayaan kegiatan usaha
c. pembagian dividen pada suatu perusahaan
Fungsi manajemen keuangan secara garis besar dapat dijelaskan sebagai berikut :
a. Organisasi dari fungsi keuangan
Pentingnya fungsi manajemen keuangan tergantung dari besarnya perusahaan. Pada perusahaan kecil, fungsi keuangan umumnya dilakukan oleh departemen akuntansi. Setelah perusahaan berkembang, fungsi keuangan lambat laun menjadi suatau departemen terpisah yang dihubungkan langsung kepada presiden direktur perusahaan melalui direktur divisi keuangan.
b. Hubungan keuangan dengan ekonomi
keuangan berhubungan dengan ekonomi, maka manajer keuangan harus memahami masalah ekonomi dan mampu mengambil keputusan keuangan dengan tepat dan berjaga-jaga dari berbagai tingkat perubahan aktivitas dan kebijakan ekonomi.
c. Hubungan keuangan dengan akuntansi
Pada aliran kas, akuntan menghasilkan dan menyediakan data untuk mengkur keadaan perusahaan, menetapkan posisi keuangan dan membayar pajak, sedangkan manajer keuangan lebih menekankan untuk menjaga kemampuan perusahaan dalam melunasi hutangnya dengan menganalisa dan merencanakan aliran uang.
Pada pengambilan keputusan, akuntan mengumpulkan dan menyajikan data keuangan, sedangkan manajer keuangan mengevaluasi laporan akuntan , mengembangkan data tambahan dan membuat keputusan yang didasarkan atas perkiraan dari pengembalian dan resiko.
Berikut ini adalah aktivitas utama dari manajer keuangan :
a. membuat perencanaan dan analisa keuangan
b. membuat keputusan investasi = pengelola asset
c. membuat keputusan pembiayaan investasi=pengelola hutang dan modal
D. Tujuan Manajemen Keuangan
a. memaksimalkan laba perusahaan
b. memaksimalkan kekayaan pemegang saham. Kekayaan pemegang saham dapat dapat diukur melalui harga saham dimana di dalamnya sudah mencerminkan waktu pengembalian, besarnya dan resiko.
“Pengantar Manajemen Keuangan”
Sumber Buku Referensi :
Manajemen Keuangan, Penulis
Prof. Dr. Ridwan. Sundjaja, Drs., MSBA
Dra. Inge Barlian, Ak., Msc.
Oleh Kelompok 6 :
1. Jatu Tri Hardiyanti
2. Tuti Alfiani
3. Uqoilah
MANAJEMEN PENDIDIKAN 2009
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
A. Pengertian Keuangan dan Manajemen Keuangan
Keuangan adalah merupakan ilmu dan seni dalam mengelola uang, yang mempengaruhi kehidupan setiap orang dan setiap organisasi.
Keuangan berhubungan dengan proses, lembaga, pasar dan instrument yang terlibat dalam transfer uang, diantara individu maupun anar bisnis dan pemerintah.
Ruang lingkup keuangan :
•Jasa keuangan, berhubungan dengan pemberian nasehat dan perencanaan produk-produk keuangan bagi individu, bisnis dan pemerintah.
•manajemen keuangan, berhubungan dengan tugas sebagai manajer keuangan dalam suatu perusahaan bisnis.
Manajemen keuangan dalam banyak hal berkaitan dengan pembuatan keputusan, keputusan yang diambil berkaitan dengan keuangan yaitu berapa besar asset yang dibutuhkan oleh suatu usaha, bagaimana sebaiknya komposisi dari masing-masing asset tersebut, serta darimana sumber pembiayaan atas investasi tersebut.
B. Bentuk Badan Usaha
Ditinjau dari sudut bentuk hukum, badan usaha dibedakan menjadi :
1. Badan Usaha Milik Negara/Daerah (BUMN/D)
Perusahaan Jawatan (Perjan) , sebagai BUMN, modal perusahaan jawatan tidak terpisah dari APBN
2. Perusahaan umum (Perum), modal perusahaan umum yang disetor merupakan kekayaan Negara yang dipisahkan dari APBN dan tidak terdiri atas saham.
3. Persero (PT), berbentuk perseroan terbatas yang mayoritas saham-sahamnya dimiliki Negara.
4. Perusahaan Negara (PN), perusahaan Negara yang secara khusus dibentuk berdasar suatu perundang-undangan pendirian dan didalamnya mengatur juga mengenai modal.
5. Perusahaan Daerah (PD), modal perusahaan daerah adalah kekayaan yang terpisah dari APBD)
2. Perusahaan Swasta
1. Perusahaan perorangan, perusahaan yang pemiliknya memiliki tanggung jawab yang tidak terbatas terhadap kewajiban perusahaan dengan seluruh kekayaannya.
2. Perusahaan perdata.
3. Firma, suatu bisnis yang dimiliki oleh 2 orang atau lebih dan dioperasikan untuk memperoleh laba.
4.Commanditaire Vennootscap (CV)
5.Perseroan terbatas , tanggung jawab persero terbatas pada jumlah modal saham yang disetor.
3. Koperasi, merupakan badan hukum dimana modal pokoknya adalah simpanan pokok anggota yang tidak dapat dipindahtangankan dan dapat diambil kembali bila anggota keluar dari keanggotaan koperasi.
C. Fungsi Manajemen Keuangan
Fungsi manajemen keuangan terkait dengan :
a. keputusan tentang penanaman modal
b. pengalokasian dana pembiayaan kegiatan usaha
c. pembagian dividen pada suatu perusahaan
Fungsi manajemen keuangan secara garis besar dapat dijelaskan sebagai berikut :
a. Organisasi dari fungsi keuangan
Pentingnya fungsi manajemen keuangan tergantung dari besarnya perusahaan. Pada perusahaan kecil, fungsi keuangan umumnya dilakukan oleh departemen akuntansi. Setelah perusahaan berkembang, fungsi keuangan lambat laun menjadi suatau departemen terpisah yang dihubungkan langsung kepada presiden direktur perusahaan melalui direktur divisi keuangan.
b. Hubungan keuangan dengan ekonomi
keuangan berhubungan dengan ekonomi, maka manajer keuangan harus memahami masalah ekonomi dan mampu mengambil keputusan keuangan dengan tepat dan berjaga-jaga dari berbagai tingkat perubahan aktivitas dan kebijakan ekonomi.
c. Hubungan keuangan dengan akuntansi
Pada aliran kas, akuntan menghasilkan dan menyediakan data untuk mengkur keadaan perusahaan, menetapkan posisi keuangan dan membayar pajak, sedangkan manajer keuangan lebih menekankan untuk menjaga kemampuan perusahaan dalam melunasi hutangnya dengan menganalisa dan merencanakan aliran uang.
Pada pengambilan keputusan, akuntan mengumpulkan dan menyajikan data keuangan, sedangkan manajer keuangan mengevaluasi laporan akuntan , mengembangkan data tambahan dan membuat keputusan yang didasarkan atas perkiraan dari pengembalian dan resiko.
Berikut ini adalah aktivitas utama dari manajer keuangan :
a. membuat perencanaan dan analisa keuangan
b. membuat keputusan investasi = pengelola asset
c. membuat keputusan pembiayaan investasi=pengelola hutang dan modal
D. Tujuan Manajemen Keuangan
a. memaksimalkan laba perusahaan
b. memaksimalkan kekayaan pemegang saham. Kekayaan pemegang saham dapat dapat diukur melalui harga saham dimana di dalamnya sudah mencerminkan waktu pengembalian, besarnya dan resiko.
Jumat, 25 Juni 2010
RESUM BUKU "KECAKAPAN HIDUP"
Nama : Tuti Alfiani
Jurusan : Manajemen Pendidikan
No Reg. : 1445096092
Tugas :
Resume Buku Pendidikan Kecakapan Hidup ( Dr. Anwar, M.Pd.)
BAB 1
Konsep Dasar Life Skills dalam Sistem Pendidikan Nasional
UNESCO merekomendasikan “empat pilar pembelajaran” untuk memasuki era globalisasi, yaitu program pembelajaran yang diberikan hendaknya mampu memberikan kesadaran kepada masyarakat sehingga mau dan mampu belajar (learning to learn), mampu memberikan pekerjaan alternatif kepada peserta didik (learning to do), mampu memilki orientasi hidup ke arah masa depan (learning to be), dan mampu memilki ketrampilan untuk hidup bertetangga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dengan semangat kesamaan dan kesejajaran (learning to live together).
Keterampilan belajar merupakan salah satu potensi dan tugas asasi manusia yang kualitas dan kualitasnya dipengaruhi faktor eksternal.
Tujuan akhir dari keterampilan belajar ialah memiliki kemampuan memecahkan masalah secara bertanggung jawab dengan melalui dua tujuan, yaitu:
1. Mampu mengenali hakikat dirinya
2. Dapat mengetahui segenap potensinya
Upaya peningkatan mutu sumber daya manusia melalui aktualisasi sitem broad based education telah dicanangkan melalui Ketetapan MPR (1999) berkenaan dengan pendidikan mengamanatkan sebagai berikut:
1. Mutu dan pemerataan pendidikan sama-sama mendapatkan perhatian.
2. Pemberdayaan lembaga-lembaga pendidikan, khususnya para guru dengan melaksanakan peningkatan anggaran yang berarti.
3. Program pendidikan disesuaikan dengan kebutuhan nasional dan lokal.
Pendidkan berdasarkan sistem broad based education ialah konsep pendidikan yang memacu pada life skill. Tujuannya adalah untuk mengakomodasi kebutuhan pendidikan masyarakat dalam rangka memperoleh pekerjaan yang layak sesuai dengan standar hidup.
Dalam wacana pendidikan nasional muncul beberapa konsep inovatif seperti :
1. School Based Management
2. Community Based Management
3. Broad Based Education
BAB II
Life Skills dalam Sistem Persekolahan
Life Skills :
1. Kecakapan personal ( kecakapan mngenal diri dan kecakapan berfikir rasional)
2. Kecakapan Sosial
3. Kecakapan Akademik
4. Kecakapan Vokasional
Kecakapan Personal dan Kecakapan Sosial merupakan General Life Skills (Kecakapan Generik), sedangkan Kecakapan Akdemik danKecakapan Vokasional merupakan Spesifik life skills (Kecakapan spesifik)
Life skills sebagai media untuk mencapai tujuan pendidikan menurut UU No. 2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional maka tugas dan fungsi pendidikan adalah mempersiapkan peserta didik agar mampu :
1. Mengembangkan kehidupan sebagai pribadi
2. Mengembangkan kehidupan untuk masyarakat
3. Mengembangkan kehidupan untuk berbangsa
4. Mempersipakan peserta didik untuk mengikuti pendidikan yang lebih tinggi
Yang termasuk Generic Life Skills adalah untuk jenjang TK/RA, SD/MI, SMP/MTs, sedangkan jenjang SMA/MA merupakan perpaduan antara kecakapan akademik, general life skills dan vokasional skills. Untuk jenjang SMK merupakan vokasional skills dan generic life skills.
Konsep community college untuk mengatasi pengangguran, merupakan wadah dimana peserta didik dapat mengikuti diklat kompetensi dalam waktu tertentu sesuai dengan tuntutan pasar kerja.
BAB III
Life Skills dalam Sistem Pendidikan Sekolah
Program pembelajaran life skills dapat diterapkan di semua jalur dan jenjang pendidikan, setelah melalui proses penyesuaian kondisi kelompok sasaran dan potensi lingkungan baik lingkungan alam maupun lingkungan sosial budaya. Pembelajaran life skills juga dapat melalui magang. IStilah magang diartikan sebagai proses belajar dimana seseorang memperoleh dan menguasai suatu keterampilan tanpa dan atau dengan petunjuk orang yang sudah terampil dengan pekerjaan itu.
Persyaratan magang adalah orang terampil, ada orang tidak/kurang terampil bersedia belajar sambil bekerja, waktu dan tempat pelaksanaan magang, dana magang, perjanjian kedua belah pihak.
Tujuan dari magang itu sendiri adalah untuk memantapkan penguasaan keterampilan yang diinginkan dan ditekuni unutk dijadikan mata pencaharian, memperluas dan mempercepat jangkauan pengadaan tenaga terampil sesuia dengan kebutuhan lingkungan, sehingga dapat berpartisipasi dlam pembangunan lingkungan sekitar.
BAB IV
Pendidikan Life Skills dalam dimensi Kewirausahaan
Secara garis besar ada dua pola umum penyelenggaraan pendidikan kewirausahaan pada lembaga kursus antara lain pola integrasi, yang penyelenggaraannya terintegrasi dengan bahan belajar keterampilan kejuruan, selanjutnya pola terpisah atau khusus, yaitu diberikan secara khusus dalam satu paket keterampilan atau satu paket kursus secara khusus.
Implementasi life skills melalui pelatihan adalah pembelajaran pengembangan individual yang bersifat mendesak karena adanya kebutuhan sekarang . Ada beberapa faktor yang harus diperhatikan agar pelatihan dapat berhasil dengan baik anatar lain individual differences, relation to job analysis, motivation, active participation,selection of trainees, selection of trainers, trainer training, training methods.
Pelatihan kewirausahaan sebagai usaha untuk terjadinya proses belajar individu atau kelompok. Pelatihan adalah usaha berencana yang diselenggarakan supaya dicapai penguasaan keterampilan, pengetahuan dan sikap yang relevan dengan kebutuhan pesserta didik. Life Skills bermuara pada human capital, investasi SDM telah menjadi agenda kebijakan pemerintah yang dianggap penting dalam berbagai bidang dan sector pembangunan.
Kelebihan Buku Pendidikan Kecakapan Hidup :
• Menyajikan pengertian life skills dari berbagai tokoh ahli dan berdasar Undang-undang atau peraturan yang berlaku sehingga dapat dibandingkan satu sama lain yang dapat bermanfaat dalm pengayaan pengetahuan mengenai life skiils.
• Konsep yang ditawarkan mengenai life skills jelas pembagiannya.
• Materi yang disajikan dalam bahasa yang tidak terlalu sulit sehingga mudah dimengerti.
• Disediakan bagan atau alur sebagai ringkasan hal-hal yang rumit dan kompleks sehingga makna yang dimaksud tercapai kepada pembaca karena adanya penyederhanaan.
Kekurangan buku Pendidikan Kecakapan Hidup :
• Penulis tidak menuliskan rangkuman tiap bab.
• Penulis tidak menggambarkan bagaimana cara peserta didik untuk sampai pada penguasaan life skills.
Jurusan : Manajemen Pendidikan
No Reg. : 1445096092
Tugas :
Resume Buku Pendidikan Kecakapan Hidup ( Dr. Anwar, M.Pd.)
BAB 1
Konsep Dasar Life Skills dalam Sistem Pendidikan Nasional
UNESCO merekomendasikan “empat pilar pembelajaran” untuk memasuki era globalisasi, yaitu program pembelajaran yang diberikan hendaknya mampu memberikan kesadaran kepada masyarakat sehingga mau dan mampu belajar (learning to learn), mampu memberikan pekerjaan alternatif kepada peserta didik (learning to do), mampu memilki orientasi hidup ke arah masa depan (learning to be), dan mampu memilki ketrampilan untuk hidup bertetangga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dengan semangat kesamaan dan kesejajaran (learning to live together).
Keterampilan belajar merupakan salah satu potensi dan tugas asasi manusia yang kualitas dan kualitasnya dipengaruhi faktor eksternal.
Tujuan akhir dari keterampilan belajar ialah memiliki kemampuan memecahkan masalah secara bertanggung jawab dengan melalui dua tujuan, yaitu:
1. Mampu mengenali hakikat dirinya
2. Dapat mengetahui segenap potensinya
Upaya peningkatan mutu sumber daya manusia melalui aktualisasi sitem broad based education telah dicanangkan melalui Ketetapan MPR (1999) berkenaan dengan pendidikan mengamanatkan sebagai berikut:
1. Mutu dan pemerataan pendidikan sama-sama mendapatkan perhatian.
2. Pemberdayaan lembaga-lembaga pendidikan, khususnya para guru dengan melaksanakan peningkatan anggaran yang berarti.
3. Program pendidikan disesuaikan dengan kebutuhan nasional dan lokal.
Pendidkan berdasarkan sistem broad based education ialah konsep pendidikan yang memacu pada life skill. Tujuannya adalah untuk mengakomodasi kebutuhan pendidikan masyarakat dalam rangka memperoleh pekerjaan yang layak sesuai dengan standar hidup.
Dalam wacana pendidikan nasional muncul beberapa konsep inovatif seperti :
1. School Based Management
2. Community Based Management
3. Broad Based Education
BAB II
Life Skills dalam Sistem Persekolahan
Life Skills :
1. Kecakapan personal ( kecakapan mngenal diri dan kecakapan berfikir rasional)
2. Kecakapan Sosial
3. Kecakapan Akademik
4. Kecakapan Vokasional
Kecakapan Personal dan Kecakapan Sosial merupakan General Life Skills (Kecakapan Generik), sedangkan Kecakapan Akdemik danKecakapan Vokasional merupakan Spesifik life skills (Kecakapan spesifik)
Life skills sebagai media untuk mencapai tujuan pendidikan menurut UU No. 2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional maka tugas dan fungsi pendidikan adalah mempersiapkan peserta didik agar mampu :
1. Mengembangkan kehidupan sebagai pribadi
2. Mengembangkan kehidupan untuk masyarakat
3. Mengembangkan kehidupan untuk berbangsa
4. Mempersipakan peserta didik untuk mengikuti pendidikan yang lebih tinggi
Yang termasuk Generic Life Skills adalah untuk jenjang TK/RA, SD/MI, SMP/MTs, sedangkan jenjang SMA/MA merupakan perpaduan antara kecakapan akademik, general life skills dan vokasional skills. Untuk jenjang SMK merupakan vokasional skills dan generic life skills.
Konsep community college untuk mengatasi pengangguran, merupakan wadah dimana peserta didik dapat mengikuti diklat kompetensi dalam waktu tertentu sesuai dengan tuntutan pasar kerja.
BAB III
Life Skills dalam Sistem Pendidikan Sekolah
Program pembelajaran life skills dapat diterapkan di semua jalur dan jenjang pendidikan, setelah melalui proses penyesuaian kondisi kelompok sasaran dan potensi lingkungan baik lingkungan alam maupun lingkungan sosial budaya. Pembelajaran life skills juga dapat melalui magang. IStilah magang diartikan sebagai proses belajar dimana seseorang memperoleh dan menguasai suatu keterampilan tanpa dan atau dengan petunjuk orang yang sudah terampil dengan pekerjaan itu.
Persyaratan magang adalah orang terampil, ada orang tidak/kurang terampil bersedia belajar sambil bekerja, waktu dan tempat pelaksanaan magang, dana magang, perjanjian kedua belah pihak.
Tujuan dari magang itu sendiri adalah untuk memantapkan penguasaan keterampilan yang diinginkan dan ditekuni unutk dijadikan mata pencaharian, memperluas dan mempercepat jangkauan pengadaan tenaga terampil sesuia dengan kebutuhan lingkungan, sehingga dapat berpartisipasi dlam pembangunan lingkungan sekitar.
BAB IV
Pendidikan Life Skills dalam dimensi Kewirausahaan
Secara garis besar ada dua pola umum penyelenggaraan pendidikan kewirausahaan pada lembaga kursus antara lain pola integrasi, yang penyelenggaraannya terintegrasi dengan bahan belajar keterampilan kejuruan, selanjutnya pola terpisah atau khusus, yaitu diberikan secara khusus dalam satu paket keterampilan atau satu paket kursus secara khusus.
Implementasi life skills melalui pelatihan adalah pembelajaran pengembangan individual yang bersifat mendesak karena adanya kebutuhan sekarang . Ada beberapa faktor yang harus diperhatikan agar pelatihan dapat berhasil dengan baik anatar lain individual differences, relation to job analysis, motivation, active participation,selection of trainees, selection of trainers, trainer training, training methods.
Pelatihan kewirausahaan sebagai usaha untuk terjadinya proses belajar individu atau kelompok. Pelatihan adalah usaha berencana yang diselenggarakan supaya dicapai penguasaan keterampilan, pengetahuan dan sikap yang relevan dengan kebutuhan pesserta didik. Life Skills bermuara pada human capital, investasi SDM telah menjadi agenda kebijakan pemerintah yang dianggap penting dalam berbagai bidang dan sector pembangunan.
Kelebihan Buku Pendidikan Kecakapan Hidup :
• Menyajikan pengertian life skills dari berbagai tokoh ahli dan berdasar Undang-undang atau peraturan yang berlaku sehingga dapat dibandingkan satu sama lain yang dapat bermanfaat dalm pengayaan pengetahuan mengenai life skiils.
• Konsep yang ditawarkan mengenai life skills jelas pembagiannya.
• Materi yang disajikan dalam bahasa yang tidak terlalu sulit sehingga mudah dimengerti.
• Disediakan bagan atau alur sebagai ringkasan hal-hal yang rumit dan kompleks sehingga makna yang dimaksud tercapai kepada pembaca karena adanya penyederhanaan.
Kekurangan buku Pendidikan Kecakapan Hidup :
• Penulis tidak menuliskan rangkuman tiap bab.
• Penulis tidak menggambarkan bagaimana cara peserta didik untuk sampai pada penguasaan life skills.
RPP
TUGAS MANAJEMEN KURIKULUM
“MEMBUAT SILABUS DAN RPP SATUAN PENDIDIKAN SMK”
OLEH :
TUTI ALFIANI / 1445096092
MANAJEMEN PENDIDIKAN
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
RENCANA PROGRAM PEMBELAJARAN
Satuan Pendidikan/mapel : SMK Pariwisata/manaj. Perhotelan
Kelas/semester : X/gasal
Materi : Kategori, Tipe dan Fsilitas Kamar Hotel
Alokasi waktu : 4 x 45 menit
Standar Kompetensi : Mengidentifikasi Kategori, Tipe Kamar, dan Fasilitas Hotel.
Kompetensi Dasar :
Menjelaskan Penggolongan Kategori Hotel berdasarkan ukurannya
Mendeskripsikan tipe Kamar hotel
Menjelaskan Fasilitas Hotel
Indikator :
Menjelaskan tujuan dari tujuan penggolongan kategori hotel.
Mendeskripsikan tipe kamar dalam perhotelan
Menggambarkan denah atau tata letak kamar hotel.
Menjelaskan pembagian waktu dan tarif penyewaan kamar hotel
Menjelaskan pengertian dan yang tergolong fasilitas hotel.
Mendeskripsikan fasilitas penunjang hotel
Metode Pembelajaran
1. Penjelasan materi
2. Presentasi
3. Diskusi kelompok/Tanya jawab
4. Pengamatan
5. Pemberian tugas (tertulis maupun prakter aplikasi terkait materi)
Langkah-Langkah Pembelajaran
a. Pembukaan / Mengucapkan salam, dilanjutkan berdoa bersama sebelum memulai pelajaran..
b. Mengabsensi peserta didik
c. Mengkondisikan peserta didik pada suasana pembelajaran yang efektif
d. Memberikan penjelasan singkat terkait kategori hotel, tipe kamar hotel dan fasilitas hotel.
e. Peserta didik melakukan presentasi terkait materi.
f. Peserta didik melakukan diskusi tanya jawab tentang materi yang telah dibahas/dipresentasikan
g. Menyimpulkan materi pembelajaran yang telah disampaikan
h. Memberi evaluasi
i. Memeriksa hasil evaluasi
j. Menganalisis hasil evaluasi
k. Pemberian tugas
Alat dan Sumber Belajar
1. Sumber belajar ( buku ajar, internet, media massa)
2. Alat Pembelajaran (alat peraga yang tersedia di ruang multimedia)
Penilaian
1. Kognitif (berdasarkan tes tertulis) Bentuk tes : Essay
2. Afektif (berdasarkan keaktifan siswa dan kesungguhan siswa dalam mengikuti kegiatan
belajar mengajar)
3. Motorik (berdasarkan tugas praktek/observasi yang dilakukan peserta didik) .
*Lampiran Bentuk Tes
Evaluasi Materi Kategori, Tipe Kamar, dan Fasilitas Hotel.
Essay ! Jawablah Pertanyaan berikut dengan benar !
1. Sebutkan pengoperasian hotel berdasarkan ukurannya !
2. Sebutkan berdasarkan apa saja klasifikasi kategori hotel?
3. Jelaskan apa saja macam hotel?(minimal 5)
4. Sebutkan dan jelaskan definisi kamar hotel!
5. Apa yang dimaksud dengan twin doble atau double-double pada tipe kamar hotel?
6.Bagaimana denah tipe kamar doble dan twin dan denah tipe kamar studio double?
7. Sebutkan dan jelaskan definisi dari lock out dan out of order pada keadaan dan status kamar?
8. Sebutkan 3 perhatian utama yang harus dilakukan bagian resepsionis pada waktu tamu check out?
9.Sebutkan dan jelaskan apa saja yang termasuk fasilitas penunjang operasional hotel?
10. Sebutkan dan jelaskan apa saja yang termasuk fasilitas penunjang operasional departmen?
“MEMBUAT SILABUS DAN RPP SATUAN PENDIDIKAN SMK”
OLEH :
TUTI ALFIANI / 1445096092
MANAJEMEN PENDIDIKAN
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
RENCANA PROGRAM PEMBELAJARAN
Satuan Pendidikan/mapel : SMK Pariwisata/manaj. Perhotelan
Kelas/semester : X/gasal
Materi : Kategori, Tipe dan Fsilitas Kamar Hotel
Alokasi waktu : 4 x 45 menit
Standar Kompetensi : Mengidentifikasi Kategori, Tipe Kamar, dan Fasilitas Hotel.
Kompetensi Dasar :
Menjelaskan Penggolongan Kategori Hotel berdasarkan ukurannya
Mendeskripsikan tipe Kamar hotel
Menjelaskan Fasilitas Hotel
Indikator :
Menjelaskan tujuan dari tujuan penggolongan kategori hotel.
Mendeskripsikan tipe kamar dalam perhotelan
Menggambarkan denah atau tata letak kamar hotel.
Menjelaskan pembagian waktu dan tarif penyewaan kamar hotel
Menjelaskan pengertian dan yang tergolong fasilitas hotel.
Mendeskripsikan fasilitas penunjang hotel
Metode Pembelajaran
1. Penjelasan materi
2. Presentasi
3. Diskusi kelompok/Tanya jawab
4. Pengamatan
5. Pemberian tugas (tertulis maupun prakter aplikasi terkait materi)
Langkah-Langkah Pembelajaran
a. Pembukaan / Mengucapkan salam, dilanjutkan berdoa bersama sebelum memulai pelajaran..
b. Mengabsensi peserta didik
c. Mengkondisikan peserta didik pada suasana pembelajaran yang efektif
d. Memberikan penjelasan singkat terkait kategori hotel, tipe kamar hotel dan fasilitas hotel.
e. Peserta didik melakukan presentasi terkait materi.
f. Peserta didik melakukan diskusi tanya jawab tentang materi yang telah dibahas/dipresentasikan
g. Menyimpulkan materi pembelajaran yang telah disampaikan
h. Memberi evaluasi
i. Memeriksa hasil evaluasi
j. Menganalisis hasil evaluasi
k. Pemberian tugas
Alat dan Sumber Belajar
1. Sumber belajar ( buku ajar, internet, media massa)
2. Alat Pembelajaran (alat peraga yang tersedia di ruang multimedia)
Penilaian
1. Kognitif (berdasarkan tes tertulis) Bentuk tes : Essay
2. Afektif (berdasarkan keaktifan siswa dan kesungguhan siswa dalam mengikuti kegiatan
belajar mengajar)
3. Motorik (berdasarkan tugas praktek/observasi yang dilakukan peserta didik) .
*Lampiran Bentuk Tes
Evaluasi Materi Kategori, Tipe Kamar, dan Fasilitas Hotel.
Essay ! Jawablah Pertanyaan berikut dengan benar !
1. Sebutkan pengoperasian hotel berdasarkan ukurannya !
2. Sebutkan berdasarkan apa saja klasifikasi kategori hotel?
3. Jelaskan apa saja macam hotel?(minimal 5)
4. Sebutkan dan jelaskan definisi kamar hotel!
5. Apa yang dimaksud dengan twin doble atau double-double pada tipe kamar hotel?
6.Bagaimana denah tipe kamar doble dan twin dan denah tipe kamar studio double?
7. Sebutkan dan jelaskan definisi dari lock out dan out of order pada keadaan dan status kamar?
8. Sebutkan 3 perhatian utama yang harus dilakukan bagian resepsionis pada waktu tamu check out?
9.Sebutkan dan jelaskan apa saja yang termasuk fasilitas penunjang operasional hotel?
10. Sebutkan dan jelaskan apa saja yang termasuk fasilitas penunjang operasional departmen?
mungkinkan facebook dipersalahkan?
Mungkinkah Facebook bersalah???
Oleh : Tuti Alfiani
Facebook, situs jejaring sosial yang tidak lagi menjadi tabu di tengah-tengah banyak kalangan. Salah satu hasil dari majunya teknologi ini mulai ada sejak tahun 2004, namun di Indonesia mulai dikenal pada tahun 2006. Tercatat hingga tahun 2010 jumlah pengguna facebook dunia telah mencapai 370 juta pengguna, yang kemudian lazim disebut facebookers. Di Indonesia saja facebook begitu menjadi primadona situs jejaring sosial. Salah satu situs website mengklaim jika jumlah facebookers di Indonesia hingga tanggal 1 Januari 2010 telah menembus angka sekitar 15.301.280 pengguna dan masih dimungkinkan pengguna facebook di Indonesia akan terus melesat jumlahnya.
Melihat antusiasme masyarakat terhadap hadirnya situs jejaring sosial facebook, tidak terlepas dari manfaat-manfaat dan kemudahan untuk mengakses akun facebook. Pada masa-masa sebelum facebook hadir telah banyak situs-situs sejenis seperti friendster , namun perkembangan penggunanya tidak sepesat facebook. Belakangan ini friendster perlahan-lahan kurang diminati oleh masyarakat, karena layanan dan tampilan pada akun facebook jauh lebih lengkap dan menarik jika dibandingkan dengan friendster. Inilah alasan logis mengapa penguna facebook kian meledak jumlahnya dari hari ke hari.
Teknologi diciptakan sudah pasti dalam rangka mempermudah aktifitas manusia, tidak terkecuali facebook. Facebook hadir sebagai tempat untuk mempermudah menghubungkan manusia satu dengan manusia lain dalam ruang lingkup yang luas dan tidak terbatas. Individu dapat memperbanyak teman, menemukan teman-teman atau kerabat yang mungkin sejak lama tidak bertemu, dapat menjalin kembali silaturahmi, mendapat informasi dan pengetahuan karena setiap pengguna dapat membagikan info atau pengalaman-pengalaman yang dapat menginspirasi pengguna lainnya secara mudah. Tidak sedikit pula facebooker yang menemukan jodoh bermula dari facebook. Dari segi komersil, facebook juga menjadi magnet sebagai wadah untuk ajang bisnis, terbukti dengan menjamurnya bisnis-bisnis online, dengan facebook transaksi jual beli semakin mudah dilakukan dan fleksibel karena dapat dilakukan kapan dan dimana saja tanpa terikat tempat maupun waktu. Kemudian masyarakat mengakui layanan unggulan yang membuat facebook begitu “booming” adalah chatting. Hanya dengan sebuah akun si pemilik akun dapat melakukan chat serta layanan-layanan yang mudah diakses lainnya. Jadi tidak mengherankan jika facebook mudah “terkenal” dan begitu diminati.
Terlepas dari manfaat-manfaat yang dapat diperoleh dari facebook, rasanya tidak bijaksana jika kita tidak memikirkan dampak dari mengakses facebook. Tentu saja setiap apa yang tercipta pasti memiliki manfaat dan konsekuensi yang seharusnya menjadi pertimbangan agar tidak mengakibatkan dampak yang tidak baik, atau setidaknya meminimalisir hal-hal buruk yang mungkin terjadi. Adanya kasus-kasus yang muncul berkaitan dengan facebook, seperti penculikan gadis dibawah umur, transaksi manusia, aksi saling fitnah maupun memaki yang mengakibatkan salah satu dari pengguna terjerat kasus hukum maupun kasus lainnya yang mengabaikan nilai dan etika dalam masyarakat, perlu diperhatikan semua pihak, baik oleh individu pengguna facebook maupun pihak yang berwenang yang terkait dengan media komunikasi tersebut. Tentu sebagai masyarakat yang mengakui dan merasakan betapa perlunya teknologi informatika, kita harus mampu melihat dengan jeli, jika arus teknologi tidak dapat dibendung keberadaannya.
Jadi siapakah yang bersalah dan pihak mana yang harus bertanggungjawab? mungkinkah facebook dapat dipersalahkan?. Setiap individu pasti memiliki jawaban yang berbeda dan variatif antara satu dan lainnya. Tidak ada jawaban mutlak untuk pertanyaan tersebut, yang ada hanya suatu kerelatifan berdasarkan bagaimana cara manusia mamandang dan menilai tentang keberadaan facebook. Munculnya wacana jika keberadaan facebook akan ditiadakan, menjadi prokontra ditengah-tengah masyarakat. Sebagian masyarakat menganggap facebook hanya membawa kemudaratan, sedangkan sebagian pihak lainnya merasa keberadaan facebook sangat bermanfaat. Jika kita melihat tujuan dan manfaat dari facebook tentu banyak pihak yang mengakui keberadaannya sangat membantu dalam hubungan komunikasi dengan manusia satu dengan manusia yang lain. Bagi banyak pihak yang merasakan manfaat facebook menganggap kasus-kasus yang belakangan ini muncul disebabkan tindakan yang berlebihan dari individu pengguna facebook yang mengabaikan nilai-nilai berkomunikasi dalam masyarakat. Reaksi muncul dikarenakan ada aksi, jika masing-masing individu pengguna saling mengindahkan norma-norma bermasyarakat tentu saja kasus-kasus yang muncul tidak bermunculan. Kemudian peran serta keluarga dalam pengawasan anak-anaknya dalam mengakses internet tentu sangat menunjang dalam perkembangan psikologis dan mental anak dalam menyikapi keberadaan kemajuan teknologi, agar anak-anak mengerti tujuan dan fungsi dari adanya teknologi tersebut. Sehingga diharapkan setiap pengguna kemajuan teknologi mampu mempertimbangkan baik-buruknya teknologi yang tercipta di tengah-tengah masyarakat. Kembali, mungkinkan facebook bersalah?, mari memandang secara bijaksana, menilai segala aspek sesuai objek bukan berdasar subjek.
Oleh : Tuti Alfiani
Facebook, situs jejaring sosial yang tidak lagi menjadi tabu di tengah-tengah banyak kalangan. Salah satu hasil dari majunya teknologi ini mulai ada sejak tahun 2004, namun di Indonesia mulai dikenal pada tahun 2006. Tercatat hingga tahun 2010 jumlah pengguna facebook dunia telah mencapai 370 juta pengguna, yang kemudian lazim disebut facebookers. Di Indonesia saja facebook begitu menjadi primadona situs jejaring sosial. Salah satu situs website mengklaim jika jumlah facebookers di Indonesia hingga tanggal 1 Januari 2010 telah menembus angka sekitar 15.301.280 pengguna dan masih dimungkinkan pengguna facebook di Indonesia akan terus melesat jumlahnya.
Melihat antusiasme masyarakat terhadap hadirnya situs jejaring sosial facebook, tidak terlepas dari manfaat-manfaat dan kemudahan untuk mengakses akun facebook. Pada masa-masa sebelum facebook hadir telah banyak situs-situs sejenis seperti friendster , namun perkembangan penggunanya tidak sepesat facebook. Belakangan ini friendster perlahan-lahan kurang diminati oleh masyarakat, karena layanan dan tampilan pada akun facebook jauh lebih lengkap dan menarik jika dibandingkan dengan friendster. Inilah alasan logis mengapa penguna facebook kian meledak jumlahnya dari hari ke hari.
Teknologi diciptakan sudah pasti dalam rangka mempermudah aktifitas manusia, tidak terkecuali facebook. Facebook hadir sebagai tempat untuk mempermudah menghubungkan manusia satu dengan manusia lain dalam ruang lingkup yang luas dan tidak terbatas. Individu dapat memperbanyak teman, menemukan teman-teman atau kerabat yang mungkin sejak lama tidak bertemu, dapat menjalin kembali silaturahmi, mendapat informasi dan pengetahuan karena setiap pengguna dapat membagikan info atau pengalaman-pengalaman yang dapat menginspirasi pengguna lainnya secara mudah. Tidak sedikit pula facebooker yang menemukan jodoh bermula dari facebook. Dari segi komersil, facebook juga menjadi magnet sebagai wadah untuk ajang bisnis, terbukti dengan menjamurnya bisnis-bisnis online, dengan facebook transaksi jual beli semakin mudah dilakukan dan fleksibel karena dapat dilakukan kapan dan dimana saja tanpa terikat tempat maupun waktu. Kemudian masyarakat mengakui layanan unggulan yang membuat facebook begitu “booming” adalah chatting. Hanya dengan sebuah akun si pemilik akun dapat melakukan chat serta layanan-layanan yang mudah diakses lainnya. Jadi tidak mengherankan jika facebook mudah “terkenal” dan begitu diminati.
Terlepas dari manfaat-manfaat yang dapat diperoleh dari facebook, rasanya tidak bijaksana jika kita tidak memikirkan dampak dari mengakses facebook. Tentu saja setiap apa yang tercipta pasti memiliki manfaat dan konsekuensi yang seharusnya menjadi pertimbangan agar tidak mengakibatkan dampak yang tidak baik, atau setidaknya meminimalisir hal-hal buruk yang mungkin terjadi. Adanya kasus-kasus yang muncul berkaitan dengan facebook, seperti penculikan gadis dibawah umur, transaksi manusia, aksi saling fitnah maupun memaki yang mengakibatkan salah satu dari pengguna terjerat kasus hukum maupun kasus lainnya yang mengabaikan nilai dan etika dalam masyarakat, perlu diperhatikan semua pihak, baik oleh individu pengguna facebook maupun pihak yang berwenang yang terkait dengan media komunikasi tersebut. Tentu sebagai masyarakat yang mengakui dan merasakan betapa perlunya teknologi informatika, kita harus mampu melihat dengan jeli, jika arus teknologi tidak dapat dibendung keberadaannya.
Jadi siapakah yang bersalah dan pihak mana yang harus bertanggungjawab? mungkinkah facebook dapat dipersalahkan?. Setiap individu pasti memiliki jawaban yang berbeda dan variatif antara satu dan lainnya. Tidak ada jawaban mutlak untuk pertanyaan tersebut, yang ada hanya suatu kerelatifan berdasarkan bagaimana cara manusia mamandang dan menilai tentang keberadaan facebook. Munculnya wacana jika keberadaan facebook akan ditiadakan, menjadi prokontra ditengah-tengah masyarakat. Sebagian masyarakat menganggap facebook hanya membawa kemudaratan, sedangkan sebagian pihak lainnya merasa keberadaan facebook sangat bermanfaat. Jika kita melihat tujuan dan manfaat dari facebook tentu banyak pihak yang mengakui keberadaannya sangat membantu dalam hubungan komunikasi dengan manusia satu dengan manusia yang lain. Bagi banyak pihak yang merasakan manfaat facebook menganggap kasus-kasus yang belakangan ini muncul disebabkan tindakan yang berlebihan dari individu pengguna facebook yang mengabaikan nilai-nilai berkomunikasi dalam masyarakat. Reaksi muncul dikarenakan ada aksi, jika masing-masing individu pengguna saling mengindahkan norma-norma bermasyarakat tentu saja kasus-kasus yang muncul tidak bermunculan. Kemudian peran serta keluarga dalam pengawasan anak-anaknya dalam mengakses internet tentu sangat menunjang dalam perkembangan psikologis dan mental anak dalam menyikapi keberadaan kemajuan teknologi, agar anak-anak mengerti tujuan dan fungsi dari adanya teknologi tersebut. Sehingga diharapkan setiap pengguna kemajuan teknologi mampu mempertimbangkan baik-buruknya teknologi yang tercipta di tengah-tengah masyarakat. Kembali, mungkinkan facebook bersalah?, mari memandang secara bijaksana, menilai segala aspek sesuai objek bukan berdasar subjek.
Psikologi Perkembangan(masa akhir anak)
Masa Akhir Kanak-Kanak
Akhir masa kanak-kanak (late childhood) berlangsung dari usia enam tahun sampai tiba saatnya individu menjadi matang secara seksual. Permulaan masa akhir kanak-kanak ditandai dengan masuknya anak ke kelas satu. Bagi sebagian anak, hal ini merupakan perubahan besar dalam pola kehidupan anak. Sementara mrnyesuaikan diri dengan tuntutan dan harapan baru dari kelas satu, kebanyakan anak berada dalam keadaaan tidak seimbang; anak mengalami gangguan emosional sehingga sulit untuk hidup bersama dan bekerja sama. Masuk kelas satu merupakan peristiwa penting bagi setiap anak sehingga dapat mengakibatkan perubahan dalam sikap, nilai, dan prilaku.
Selama setahun atau dua tahun terakhir dari masa kanak-kanak terjadi perubahan fisik yang menonjol dan hal ini juga dapat mengakibatkan perubahan dalam sikap, nilai, dan prilaku untuk memasuki masa remaja. Perubahan fisik yang terjadi menjelang berakhirnya masa kanak-kanak menimbulkan keadaan ketidakseimbangan dimana pola kehidupan yang sudah terbiasa menjadi terganggu sampai tercapainya penyesuaian diri terhadap perubahan ini.
Akhir masa kanak-kanak secara tepat dapat diketahui, tetapi orang tidak dapat mengetahui secara tepat kapan periode ini berakhir karena kematangan seksual. Yaitu criteria yang digunakan untuk memisahkan masa kanak-kanak dengan masa remaja-timbuknya tidak selalu pada usia yang sama. Ini disebabkan perbedaaan dalam kematangan seksual anak laki-laki dan anak perempuan.
Ciri-ciri akhir masa kanak-kanak
1. Label yang digunakan oleh orang tua
Bagi banyak orang tua, akhir masa kanak-kanak merupakan usia yang menyulitkan-suatu masa dimana anak tidak mau lagi menuruti perintah dan anak lebih banyak dipengaruhi oleh teman-teman sebaya disbanding orang tua atau keluarga.
2. Label yang digunakan untuk para pendidik
Para pendidik melabelkanakhir masa kanak-kanak dengan usia sekolah dasar. Para pendidik juga memandang periode ini sebagai periode kritis dalam dorongan berprestasi.
3. Label yang digunakan ahli psikologi
Bagi ahli psikologi, masa akhir kanak-kanak adalah usia berkelompok, usia penyesuaian diri, usia kreatif, serta usia bermain.
Label perkembangan akhir masa kanak-kanak
Untuk memperoleh tempat di dalam kelompok social, anak yang lebih besar harus menyelesaikan pelbagai tugas dalam perkembangan. Kegagalan dalam pelaksanaannya mengakibatkan pola prilaku yang tidak matang, sehingga sulit diterima oleh kelompok teman-temannya dan tidak mampu menyamai teman-teman sebayanya yang sudah menguasai tugas-tugas perkembangan tersebut.
Penguasaan tugas –tugas perkembangan tidak lagi sepenuhnya menjadi tanggung jawab orangtua seperti tahun-tahun prasekolah. Sekarang penguasaan ini juga menjadi tanggung jawab guru-guru dan sebagian kecil menjadi tanggung jawab kelompok teman-temannya.
Kematangan seksual anak laki-laki lebih lambat dari anak perempuan, sehingga masa kanak-kanak yang dialami lebih lama.
PERKEMBANGAN FISIK PADA AKHIR MASA KANAK-KANAK
1. Tinggi
Kenaikan tinggi pertahun adalah 2 sampai 3 inchi. Rata-rata anak perempuan sebelas tahun mempunyai tinggi badan 58 inchi dan anak laki-laki 57,5 inchi.
2. Berat
Kenaikan berat lebih bervariasi daripada kenaikan tinggi, berkisar antara 3-5 pon per tahun. Rata-rata anak perempuan sebelas tahun mempunyai berat 88,5 pon dan anak laki-laki 85,5 pon.
3. Perbandingan tubuh
Beberapa perbandingan wajah yang kurang baik menghilang dengan bertambah besarnya mulut dan rahang, dahi melebar dan merata, bibir semakin berisi, hidung menjadi lebih besar dan lebih berbentuk. Badan memanjang dan menjadi lebih langsing, leher menjadi lebih panjang, dada melebar, perut tidak buncit, lengan dan tungkai memanjang, dan tangan dan kaki dengan lambat tumbuh membesar.
4. Kesederhanaan
Pebandingan tubuh yang kurang baik yang sangat mencolok pada masa akhir kanak-kanak menyebabkan meningkatnya kesederhanaan pada saat ini. Disamping itu, kurangnya perhatian terhadap penampilan dan kecenderungan untuk berpakaian seperti teman-teman tanpa memperdulikan pantas tidaknya, juga menambah kesederhanaan.
5. Pebandingan otot lemak
Selama akhir masa kanak-kanak, jaringan lemak berkembang lebih cepat daripada jaringan otot yang perkembangannya baru mulai melejit pada awal pubertas. Anak yang berbentuk endomorfik jaringan lemaknya jauh lebih banyak daripada jaringan otot sedangkan pada tubuh mesomorfik keadaanya terbalik. Pada bentuk tubuh ektomorfik tidak terdapat jaringan yang melebihi jaringan lainnya sehingga cenderung tampak kurus.
6. Gigi
Pada permulaan pubertas, umumnya seorang anak sudah mempunyai 22 buah gigi tetap. Keempat gigi terakhir, muncul selama masa remaja.
KETERAMPILAN AKHIR MASA KANAK-KANAK
Pada permulaan akhir masa kanak-kanak, anak-anak mempunyai sejumlah besar keterampilan yang mereka pelajari selama bertahun-tahun di prasekolah. Keterampilan yang dipelajari oleh anak-anak yang lebih besar sebagian bergantung pada lingkungan, sebagian pada kesempatan untuk belajar, sebagian pada bentuk tubuh, sebagian lagi bergantung pada apa yang sedang digemari oleh teman-teman sebaya.
Keterampilan akhir masa kanak-kanak dapat dibagi kedalam 4 kategori:
1. keterampilan menolong diri sendiri
2. keterampilan menolongg orang lain
3. keterampilan sekolah
4. keterampilan bermain
KEMAJUAN BERBICARA
Dengan meluasnya cakrawala social anak-anak, anak menemukan bahwa berbicara merupakan sarana penting untuk memperoleh tempat didalam kelompok. Hal ini membuat dorongan yang kuat untuk berbicara lebih baik, dorongan untuk memperbaiki kemampuannya berbicara, dan yang lebih penting anak mengetahui bahwa inti komunikasi adalah bahwa ia mampu mengerti apa yang dikatakan oranglain.
Bantuan untuk memperbaiki pembicaraan pada akhir masa kanak-kanak berasal dari 4 sumber. Pertama orangtua dari kelompok social ekonomi menengah ke atas merasa bahwa berbicara sangat penting sehingga mereka memacu anak-anak mereka untuk berbicara lebih baik. Kedua radio dan televisi memberikan contoh yang baik bagi pembicaraan anak-anak yang lebih besar sebagaimana halnya bagi anak-anak selama tahun-tahun prasekolah. Ketiga setelah anak belajar membaca, ia mngenambah kosakata dan terbiasa dengan bentuk kalimat yang benar. Dan keempat setelah anak mulai sekolah, kata-kata yang salah ucap dan arti-arti yang salah biasanya cepat diperbaiki oleh guru.
Bidang-bidang yang mengalami kemajuan:
1. Penambahan kosakata
Kosakata khusus pada akhir masa kanak-kanak:
a. Kosa kata etiket
b. Kosa kata warna
c. Kosa kata bilangan
d. Kosa kata uang
e. Kosa kata waktu
f. Kosa kata popular dan kata-kata makian
g. Kosa kata rahasia
2. Pengucapan
3. Pembentukan kalimat
4. Kemajuan dalam pengertian
5. Isi pembicaraan
6. Banyak bicara
Pola emosi yang umum pada akhir masa kanak-kanak
Pola emosi yang umum pada akhir masa kanak-kanak sama dengan pada awal masa kanak-kanak. Perbadaannya terletak pada jenis situasi yang membangkitkan emosi dan bentuk ungkapannya.
Periode meningginya emosi
Pada akhir masa kanak-kanak, ada waktu dimana anak sering mengalami emosi yang hebat. Karena emosi cenderung kurang menyenangkan, maka dalam periode ini meningginya emosi menjadi periode ketidakseimbangan, yaitu saat dimana anak menjadi sulit dihadapi.
Meningkatnya emosi pada akhir masa kanak-kanak dapat disebabkan karena keadaan fisik atau lingkungan. Keadaan lingkungan yang menyebabkan meningginya emosi juga beragam dan serius.
Namun pada umumnya akhir masa kanak-kanak merupakan periode yang relative tenang yang berlangsung sampai mulainya masa puber.
PENGELOMPOKAN SOSIAL dan PRILAKU SOSIAL pada AKHIR MASA KANAK-KANAK
Akhir masa kanak-kanak sering disebut sebagai usia berkelompok karena ditandai dengan adanya minat terhadap aktifitas teman-teman dan meningkatnya keinginanyang kuat untuk diterima sebagai anggota suatu kelompok.
1. Cirri-cirri geng anak-anak
a. Geng anak merupakan kelompok bermain
b. Untuk menjadi anggota geng, anak harus di ajak
c. Anggota geng terdiri dari jenis kelamin yang sama
d. Pada mulanya anggota geng terdiri dari 3 atau 4 orang, tetapi jumlah ini meningkat dengan bertambah besarnya anak
e. Geng anak laki-laki sering terlibat dalam prilaku social buruk daripada anak perempuan
f. Geng mempunyai pusat tempat pertemuan
g. Pemimpin geng mewakili ideal kelompok dan hamper dalam segala hal lebih unggul daripada anggota yang lain
2. Efek dari keanggotaan kelompok
Keangggotaan berkelompok dapat manimbulkan akibat tyang kurang baik pada anak-anak, diantaranya ada empat dampak yang ditimbulkan:
a. Menjadi anggota geng sering kali menimbulkan pertentanngan dengan orang tua dan penolakan terhadap standar orangtua
b. Pemusnahan antara anak laki-laki dan anak perempuan semakin meluas
c. Kecenderungan anak yang lebih tua untuk mengembangkan prasangka terhadap anak yang berbeda
d. Cara anak memperlakukan anak-anak yang bukan anggota geng
4. Teman pada masa akhir kanak-kanak
Banyak factor yang menentukan pemilihan teman. Biasanya yang dipilih adalah yang dianggap serupa dengan dirinya dan memenuhi kebutuhan. Karena daya tarik fisik mempengaruhi kesan pertama, anak cenderung memilih mereka yang berpenampilan menarik menjadi teman bermain dan sebagai teman baik.
Keakraban disekolah atau dilingkungan tetangga adalah penting penting Karena untuk memilih teman-teman lingkungan anak-anak terbatas pada daerah relative sempit. Dan yang biasa dipilih adalah teman sejenis daripada lawan jenis.
Sifat-sifat kepribadian penting dalam memilih teman, apakah sebagai teman bermain ataupun sebagai teman baik. Anak yang lebih besar memberi nilai tinggi pada kegembiraan, keramahan, kerjasama, kebaikan hati, kejujuran, kemurahan hati, bahkan keramahan dan sportivitas, pada teman bermain maupun teman baik. Menjelang masa kanak-kanak berakhir, anak lebih menyukai teman dan latar belakang social ekonomi, ras dan agama yang sama, khususnya sebagai teman baik.
5. Status sosiometris
Sebelum masa kanak-kanak berakhir, sebagian besar anak-anak tidak hanya menyadari status sosiometris mereka, yaitu status yang mereka senangi pada kelompok social, tetapi juga status sosiometris dari teman-teman sebaya mereka.
Tingkat penerimaan yang digemari anak digemari anak dipengaruhi oleh metode pelatihan anak yang digunakan oleh orangtua. Keterampilan dan kompetensi social juga mempengaruhi status sosiometris anak.
Sekali status sosiometris didalam kelompok telah terbentuk, ,maka hal ini cenderung tetap.
6. Pemimpin pada akhir masa kanak-kanak
Anak yang dipilih oleh teman-temannya untuk berperan sebagai pemimpin pada akhir masa kanak-kanak, mendekati ideal di kelompok. Ia tidak hanya disukai oleh sebagian besar anggota kelompok, tetapi juga memiliki cirri-ciri yang mudah dikagumi.
MINAT dan KEGIATAN BERMAIN PADA AKHIR MASA KANAK-KANAK
Selama akhir kanak-kanak baik anak laki-laki maupun perempuan sangat sadar akan kesesuain jenis permainan dengan kelompok seksnya. Oleh karena itu, ia menghindari kegiatan bermain yang di anggap tidak sesuai untuk kelompok seksnya, tanpa memperhatikan kesenangan pribadi.
Anak cerdas, terutama bila bertambah besar, lebih banyak bermain sendiri, daripada bermain yang bersifat social dan hanya sedikit mengikuti kegiatan yang melibatkan permainan fisik yang berat daripada anak yang tidak terlampau cerdas. Jenis lingkungan dimana anak hidup juga menentukan ada tidaknya kesempatan untuk bermain.
Terlepas dari perbedaan ini, bagi sebagian besar anak bermain menjadi kurang aktif dengan berjalannya masa kanak-kanak, dan hiburab-hiburan seperti televisi, radio, film, dan bacaan semakin bertambah popular. Perubahan ini sebagian disebabakan bertambahnya pekerjaan rumah dan sebagian lagi disebabkan bertambah bertambah banyaknya tugas-tugas di rumah.
1. Bermain konstruktif
Membuat sesuatu hanya untuk bersenang-senang saja, tanpa memikirkan manfaatnya merupakan bentuk permainan yang popular diantara anak laki-laki, sedangakan anak perempuan lebih menyukai jenis konstruktif yang lebih halus seperti menjahit, menggambar, melukis, membentuk tanah liat dan membuat perhiasan.
2. Menjelajah
Seperti anak yang lebih muda, anak yang lebih besar senang memuaskan keingintahuan tentang hal-hal baru yang berbeda dengan menjelajahinya. Tetapi berbeda dengan anak yang lebih muda, anak yang lebih besar tidak puas dengan menjelajah mainan dan benda-benda disekitar lingkungannya. Anak-anak ingin menjelajah lebih jauh dari lingkungan rumah dan lingkungan tetangga dan menjelajah daerah-daerah baru.
3. Mengumpulkan
Mengumpulkan sebagai suatu bentuk bermain, meningkat dengan berjalannya masa kanak-kanak, karena kegiatan mengumpulkan berfungsi sebagai sumber iri hati dan gengsi diantara teman-teman dan juga memberikan kesenangan bagi kolektor.
4. Permainan dan olahraga
Anak yang lebih besar tidak puas lagi memainkan jenis permainan yang sederhana dan tidak terdiferensiasi, yang merupakan permainan awal masa kanak-kanak. Ia ingin memainkan permainan anak yang lebih besar, seperti bola basket, sepak bola, baseball dan hockey. Pada anak berusia sepuluh tahun, permainannya terutama bersifat persaingan, dengan pokok perhatian pada keterampilan dan keunggulan dan tidak semata mata pada kegembiraan.
5. Hiburan
Beberapa hiburan yang digemari pada akhir masa kanak-kanak diantaranya membaca, buku komik, film, radio dan televisi, melamun dan berkhayal.
PENINGKATAN DALAM PENGERTIAN
Dengan masuk sekolah, dunia dan minat anak-anak bertambah luas. Dan dengan meluasnya minat maka bertambah pula pengertian tentang manusia dan benda-benda yang sebelumnya kurang atau tidak berarti. Anak-anak sekarang memasuki apa yang oleh piaget disebut sebagai “tahap operasi konkret” dalam berpikir, suatu masa dimana konsep yang samar-samar dan tidak jelas sekarang menjadi konkret dan tentu.
Akhir masa kanak-kanak (late childhood) berlangsung dari usia enam tahun sampai tiba saatnya individu menjadi matang secara seksual. Permulaan masa akhir kanak-kanak ditandai dengan masuknya anak ke kelas satu. Bagi sebagian anak, hal ini merupakan perubahan besar dalam pola kehidupan anak. Sementara mrnyesuaikan diri dengan tuntutan dan harapan baru dari kelas satu, kebanyakan anak berada dalam keadaaan tidak seimbang; anak mengalami gangguan emosional sehingga sulit untuk hidup bersama dan bekerja sama. Masuk kelas satu merupakan peristiwa penting bagi setiap anak sehingga dapat mengakibatkan perubahan dalam sikap, nilai, dan prilaku.
Selama setahun atau dua tahun terakhir dari masa kanak-kanak terjadi perubahan fisik yang menonjol dan hal ini juga dapat mengakibatkan perubahan dalam sikap, nilai, dan prilaku untuk memasuki masa remaja. Perubahan fisik yang terjadi menjelang berakhirnya masa kanak-kanak menimbulkan keadaan ketidakseimbangan dimana pola kehidupan yang sudah terbiasa menjadi terganggu sampai tercapainya penyesuaian diri terhadap perubahan ini.
Akhir masa kanak-kanak secara tepat dapat diketahui, tetapi orang tidak dapat mengetahui secara tepat kapan periode ini berakhir karena kematangan seksual. Yaitu criteria yang digunakan untuk memisahkan masa kanak-kanak dengan masa remaja-timbuknya tidak selalu pada usia yang sama. Ini disebabkan perbedaaan dalam kematangan seksual anak laki-laki dan anak perempuan.
Ciri-ciri akhir masa kanak-kanak
1. Label yang digunakan oleh orang tua
Bagi banyak orang tua, akhir masa kanak-kanak merupakan usia yang menyulitkan-suatu masa dimana anak tidak mau lagi menuruti perintah dan anak lebih banyak dipengaruhi oleh teman-teman sebaya disbanding orang tua atau keluarga.
2. Label yang digunakan untuk para pendidik
Para pendidik melabelkanakhir masa kanak-kanak dengan usia sekolah dasar. Para pendidik juga memandang periode ini sebagai periode kritis dalam dorongan berprestasi.
3. Label yang digunakan ahli psikologi
Bagi ahli psikologi, masa akhir kanak-kanak adalah usia berkelompok, usia penyesuaian diri, usia kreatif, serta usia bermain.
Label perkembangan akhir masa kanak-kanak
Untuk memperoleh tempat di dalam kelompok social, anak yang lebih besar harus menyelesaikan pelbagai tugas dalam perkembangan. Kegagalan dalam pelaksanaannya mengakibatkan pola prilaku yang tidak matang, sehingga sulit diterima oleh kelompok teman-temannya dan tidak mampu menyamai teman-teman sebayanya yang sudah menguasai tugas-tugas perkembangan tersebut.
Penguasaan tugas –tugas perkembangan tidak lagi sepenuhnya menjadi tanggung jawab orangtua seperti tahun-tahun prasekolah. Sekarang penguasaan ini juga menjadi tanggung jawab guru-guru dan sebagian kecil menjadi tanggung jawab kelompok teman-temannya.
Kematangan seksual anak laki-laki lebih lambat dari anak perempuan, sehingga masa kanak-kanak yang dialami lebih lama.
PERKEMBANGAN FISIK PADA AKHIR MASA KANAK-KANAK
1. Tinggi
Kenaikan tinggi pertahun adalah 2 sampai 3 inchi. Rata-rata anak perempuan sebelas tahun mempunyai tinggi badan 58 inchi dan anak laki-laki 57,5 inchi.
2. Berat
Kenaikan berat lebih bervariasi daripada kenaikan tinggi, berkisar antara 3-5 pon per tahun. Rata-rata anak perempuan sebelas tahun mempunyai berat 88,5 pon dan anak laki-laki 85,5 pon.
3. Perbandingan tubuh
Beberapa perbandingan wajah yang kurang baik menghilang dengan bertambah besarnya mulut dan rahang, dahi melebar dan merata, bibir semakin berisi, hidung menjadi lebih besar dan lebih berbentuk. Badan memanjang dan menjadi lebih langsing, leher menjadi lebih panjang, dada melebar, perut tidak buncit, lengan dan tungkai memanjang, dan tangan dan kaki dengan lambat tumbuh membesar.
4. Kesederhanaan
Pebandingan tubuh yang kurang baik yang sangat mencolok pada masa akhir kanak-kanak menyebabkan meningkatnya kesederhanaan pada saat ini. Disamping itu, kurangnya perhatian terhadap penampilan dan kecenderungan untuk berpakaian seperti teman-teman tanpa memperdulikan pantas tidaknya, juga menambah kesederhanaan.
5. Pebandingan otot lemak
Selama akhir masa kanak-kanak, jaringan lemak berkembang lebih cepat daripada jaringan otot yang perkembangannya baru mulai melejit pada awal pubertas. Anak yang berbentuk endomorfik jaringan lemaknya jauh lebih banyak daripada jaringan otot sedangkan pada tubuh mesomorfik keadaanya terbalik. Pada bentuk tubuh ektomorfik tidak terdapat jaringan yang melebihi jaringan lainnya sehingga cenderung tampak kurus.
6. Gigi
Pada permulaan pubertas, umumnya seorang anak sudah mempunyai 22 buah gigi tetap. Keempat gigi terakhir, muncul selama masa remaja.
KETERAMPILAN AKHIR MASA KANAK-KANAK
Pada permulaan akhir masa kanak-kanak, anak-anak mempunyai sejumlah besar keterampilan yang mereka pelajari selama bertahun-tahun di prasekolah. Keterampilan yang dipelajari oleh anak-anak yang lebih besar sebagian bergantung pada lingkungan, sebagian pada kesempatan untuk belajar, sebagian pada bentuk tubuh, sebagian lagi bergantung pada apa yang sedang digemari oleh teman-teman sebaya.
Keterampilan akhir masa kanak-kanak dapat dibagi kedalam 4 kategori:
1. keterampilan menolong diri sendiri
2. keterampilan menolongg orang lain
3. keterampilan sekolah
4. keterampilan bermain
KEMAJUAN BERBICARA
Dengan meluasnya cakrawala social anak-anak, anak menemukan bahwa berbicara merupakan sarana penting untuk memperoleh tempat didalam kelompok. Hal ini membuat dorongan yang kuat untuk berbicara lebih baik, dorongan untuk memperbaiki kemampuannya berbicara, dan yang lebih penting anak mengetahui bahwa inti komunikasi adalah bahwa ia mampu mengerti apa yang dikatakan oranglain.
Bantuan untuk memperbaiki pembicaraan pada akhir masa kanak-kanak berasal dari 4 sumber. Pertama orangtua dari kelompok social ekonomi menengah ke atas merasa bahwa berbicara sangat penting sehingga mereka memacu anak-anak mereka untuk berbicara lebih baik. Kedua radio dan televisi memberikan contoh yang baik bagi pembicaraan anak-anak yang lebih besar sebagaimana halnya bagi anak-anak selama tahun-tahun prasekolah. Ketiga setelah anak belajar membaca, ia mngenambah kosakata dan terbiasa dengan bentuk kalimat yang benar. Dan keempat setelah anak mulai sekolah, kata-kata yang salah ucap dan arti-arti yang salah biasanya cepat diperbaiki oleh guru.
Bidang-bidang yang mengalami kemajuan:
1. Penambahan kosakata
Kosakata khusus pada akhir masa kanak-kanak:
a. Kosa kata etiket
b. Kosa kata warna
c. Kosa kata bilangan
d. Kosa kata uang
e. Kosa kata waktu
f. Kosa kata popular dan kata-kata makian
g. Kosa kata rahasia
2. Pengucapan
3. Pembentukan kalimat
4. Kemajuan dalam pengertian
5. Isi pembicaraan
6. Banyak bicara
Pola emosi yang umum pada akhir masa kanak-kanak
Pola emosi yang umum pada akhir masa kanak-kanak sama dengan pada awal masa kanak-kanak. Perbadaannya terletak pada jenis situasi yang membangkitkan emosi dan bentuk ungkapannya.
Periode meningginya emosi
Pada akhir masa kanak-kanak, ada waktu dimana anak sering mengalami emosi yang hebat. Karena emosi cenderung kurang menyenangkan, maka dalam periode ini meningginya emosi menjadi periode ketidakseimbangan, yaitu saat dimana anak menjadi sulit dihadapi.
Meningkatnya emosi pada akhir masa kanak-kanak dapat disebabkan karena keadaan fisik atau lingkungan. Keadaan lingkungan yang menyebabkan meningginya emosi juga beragam dan serius.
Namun pada umumnya akhir masa kanak-kanak merupakan periode yang relative tenang yang berlangsung sampai mulainya masa puber.
PENGELOMPOKAN SOSIAL dan PRILAKU SOSIAL pada AKHIR MASA KANAK-KANAK
Akhir masa kanak-kanak sering disebut sebagai usia berkelompok karena ditandai dengan adanya minat terhadap aktifitas teman-teman dan meningkatnya keinginanyang kuat untuk diterima sebagai anggota suatu kelompok.
1. Cirri-cirri geng anak-anak
a. Geng anak merupakan kelompok bermain
b. Untuk menjadi anggota geng, anak harus di ajak
c. Anggota geng terdiri dari jenis kelamin yang sama
d. Pada mulanya anggota geng terdiri dari 3 atau 4 orang, tetapi jumlah ini meningkat dengan bertambah besarnya anak
e. Geng anak laki-laki sering terlibat dalam prilaku social buruk daripada anak perempuan
f. Geng mempunyai pusat tempat pertemuan
g. Pemimpin geng mewakili ideal kelompok dan hamper dalam segala hal lebih unggul daripada anggota yang lain
2. Efek dari keanggotaan kelompok
Keangggotaan berkelompok dapat manimbulkan akibat tyang kurang baik pada anak-anak, diantaranya ada empat dampak yang ditimbulkan:
a. Menjadi anggota geng sering kali menimbulkan pertentanngan dengan orang tua dan penolakan terhadap standar orangtua
b. Pemusnahan antara anak laki-laki dan anak perempuan semakin meluas
c. Kecenderungan anak yang lebih tua untuk mengembangkan prasangka terhadap anak yang berbeda
d. Cara anak memperlakukan anak-anak yang bukan anggota geng
4. Teman pada masa akhir kanak-kanak
Banyak factor yang menentukan pemilihan teman. Biasanya yang dipilih adalah yang dianggap serupa dengan dirinya dan memenuhi kebutuhan. Karena daya tarik fisik mempengaruhi kesan pertama, anak cenderung memilih mereka yang berpenampilan menarik menjadi teman bermain dan sebagai teman baik.
Keakraban disekolah atau dilingkungan tetangga adalah penting penting Karena untuk memilih teman-teman lingkungan anak-anak terbatas pada daerah relative sempit. Dan yang biasa dipilih adalah teman sejenis daripada lawan jenis.
Sifat-sifat kepribadian penting dalam memilih teman, apakah sebagai teman bermain ataupun sebagai teman baik. Anak yang lebih besar memberi nilai tinggi pada kegembiraan, keramahan, kerjasama, kebaikan hati, kejujuran, kemurahan hati, bahkan keramahan dan sportivitas, pada teman bermain maupun teman baik. Menjelang masa kanak-kanak berakhir, anak lebih menyukai teman dan latar belakang social ekonomi, ras dan agama yang sama, khususnya sebagai teman baik.
5. Status sosiometris
Sebelum masa kanak-kanak berakhir, sebagian besar anak-anak tidak hanya menyadari status sosiometris mereka, yaitu status yang mereka senangi pada kelompok social, tetapi juga status sosiometris dari teman-teman sebaya mereka.
Tingkat penerimaan yang digemari anak digemari anak dipengaruhi oleh metode pelatihan anak yang digunakan oleh orangtua. Keterampilan dan kompetensi social juga mempengaruhi status sosiometris anak.
Sekali status sosiometris didalam kelompok telah terbentuk, ,maka hal ini cenderung tetap.
6. Pemimpin pada akhir masa kanak-kanak
Anak yang dipilih oleh teman-temannya untuk berperan sebagai pemimpin pada akhir masa kanak-kanak, mendekati ideal di kelompok. Ia tidak hanya disukai oleh sebagian besar anggota kelompok, tetapi juga memiliki cirri-ciri yang mudah dikagumi.
MINAT dan KEGIATAN BERMAIN PADA AKHIR MASA KANAK-KANAK
Selama akhir kanak-kanak baik anak laki-laki maupun perempuan sangat sadar akan kesesuain jenis permainan dengan kelompok seksnya. Oleh karena itu, ia menghindari kegiatan bermain yang di anggap tidak sesuai untuk kelompok seksnya, tanpa memperhatikan kesenangan pribadi.
Anak cerdas, terutama bila bertambah besar, lebih banyak bermain sendiri, daripada bermain yang bersifat social dan hanya sedikit mengikuti kegiatan yang melibatkan permainan fisik yang berat daripada anak yang tidak terlampau cerdas. Jenis lingkungan dimana anak hidup juga menentukan ada tidaknya kesempatan untuk bermain.
Terlepas dari perbedaan ini, bagi sebagian besar anak bermain menjadi kurang aktif dengan berjalannya masa kanak-kanak, dan hiburab-hiburan seperti televisi, radio, film, dan bacaan semakin bertambah popular. Perubahan ini sebagian disebabakan bertambahnya pekerjaan rumah dan sebagian lagi disebabkan bertambah bertambah banyaknya tugas-tugas di rumah.
1. Bermain konstruktif
Membuat sesuatu hanya untuk bersenang-senang saja, tanpa memikirkan manfaatnya merupakan bentuk permainan yang popular diantara anak laki-laki, sedangakan anak perempuan lebih menyukai jenis konstruktif yang lebih halus seperti menjahit, menggambar, melukis, membentuk tanah liat dan membuat perhiasan.
2. Menjelajah
Seperti anak yang lebih muda, anak yang lebih besar senang memuaskan keingintahuan tentang hal-hal baru yang berbeda dengan menjelajahinya. Tetapi berbeda dengan anak yang lebih muda, anak yang lebih besar tidak puas dengan menjelajah mainan dan benda-benda disekitar lingkungannya. Anak-anak ingin menjelajah lebih jauh dari lingkungan rumah dan lingkungan tetangga dan menjelajah daerah-daerah baru.
3. Mengumpulkan
Mengumpulkan sebagai suatu bentuk bermain, meningkat dengan berjalannya masa kanak-kanak, karena kegiatan mengumpulkan berfungsi sebagai sumber iri hati dan gengsi diantara teman-teman dan juga memberikan kesenangan bagi kolektor.
4. Permainan dan olahraga
Anak yang lebih besar tidak puas lagi memainkan jenis permainan yang sederhana dan tidak terdiferensiasi, yang merupakan permainan awal masa kanak-kanak. Ia ingin memainkan permainan anak yang lebih besar, seperti bola basket, sepak bola, baseball dan hockey. Pada anak berusia sepuluh tahun, permainannya terutama bersifat persaingan, dengan pokok perhatian pada keterampilan dan keunggulan dan tidak semata mata pada kegembiraan.
5. Hiburan
Beberapa hiburan yang digemari pada akhir masa kanak-kanak diantaranya membaca, buku komik, film, radio dan televisi, melamun dan berkhayal.
PENINGKATAN DALAM PENGERTIAN
Dengan masuk sekolah, dunia dan minat anak-anak bertambah luas. Dan dengan meluasnya minat maka bertambah pula pengertian tentang manusia dan benda-benda yang sebelumnya kurang atau tidak berarti. Anak-anak sekarang memasuki apa yang oleh piaget disebut sebagai “tahap operasi konkret” dalam berpikir, suatu masa dimana konsep yang samar-samar dan tidak jelas sekarang menjadi konkret dan tentu.
persepsi organisasi
BAB I
PENDAHULUAN
A. Perumusan Masalah
Bail out Century
Hasil audit investigasi Badan Pemerksa Keuangan (BPK) terhadap Bank Century yang disampaikan ke DPR, Senin, 23 November lalu, sesungguhnya, menyebabkan pemerintahan Presiden SBY yang baru seumur jagung kini oleng.
Betapa tidak? Budiono bekas Gubernur Bank Indonesia yang kini menjabat Wakil Presiden, bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani, harus diperiksa aparat hukum dan diminta pertanggung-jawabannya dalam kasus Bank Century.
Mereka berdua adalah orang yang paling bertanggung jawab atas talangan (bail-out) bank swasta kecil itu, tapi telah menghabiskan uang negarai Rp 6,7 triliun.
Ternyata dari audit investigasi BPK yang dimulai September lalu atas permintaan DPR, ditemukan berbagai ketidak-beresan di dalam upaya penyelamatan bank itu. Ketidak-beresan itu mulai dari berbagai pelanggaran terhadap peraturan yang ada, bahkan sampai perbuatan rekayasa untuk menghindari suatu ketentuan atau peraturan.
Rontoknya Budiono dan Sri Mulyani akan melemahkan Presiden SBY dan menyebabkan pemerintahannya menjadi pincang. Apalagi kalau kelak diketahui bahwa mereka berdua hanya melaksanakan instruksi Presiden. Karena itu bisa dimaklumi pagi-pagi sudah terlihat upaya membersihkankan nama SBY dari kasus Bank Century. Hanya beberapa hari setelah hasil audit BPK disampaikan ke DPR, Raden Pardede, mantan Sekretaris KSSK (Komite Stabilitas Sistem Keuangan) mengatakan bahwa penyelamatan Bank Century dilakukan KSSK tanpa sama sekali melibatkan Presiden. Presiden tak kita libatkan dalam persetujuan tanggal 21 November 2008, karena itu wewenang KSSK. Jadi kita sama sekali tidak melibatkan Presiden,katanya kepada wartawan, 24 November lalu. Betulkah Presiden sama sekali tak dilibatkan untuk penggunaan dana sampai Rp 6,7 triliun? Suatu hal yang tak masuk masuk akal, tapi baiklah para pembaca menjawabnya sendiri. Belakangan memang berembus kabar yang luas bahwa pada saat KSSK mengadakan rapat yang memutuskan talangan untuk Bank Century, 21 November 2008, Menteri Keuangan Sri Mulyani sempat menelepon Presiden SBY yang waktu itu berada di Brasil. Atas petunjuk Presiden kemudian KSSK memutuskan mem-bail-out Bank Century. Rapat KSSK konon sengaja dilakukan dinihari sampai pagi untuk mengantisipasi perbedaan waktu antara Indonesia dengan negara di Amerika Latin itu kalau rapat membutuhkan arahan Presiden yang sedang berkunjung ke negeri Samba itu.
Dari sini diketahui bahwa sejumlah Peraturan Bank Indonesia (PBI) telah dilanggar, keputusan penting diambil tanpa informasi yang cukup, dan lebih parah lagi, untuk membantu Bank Century, rekayasa telah dilakukan oleh para pejabat terkait. Pemeriksaan juga menemukan bukti-bukti bahwa sejak awal Bank Century telah diistimewakan oleh para pejabat Bank Indonesia dengan tak menggunakan peraturan-peraturan tertentu terhadap bank ini.
Tak aneh kalau kemudian para pengurus dan pemilik bank ini menjadikan Bank Century sebagai ajang penjarahan. Atau seperti dikatakan mantan Wapres Jusuf Kalla, bank ini dipimpin oleh rampok. Sungguh tak layak bank yang diipimpin rampok dibantu dengan menggunakan uang negara sampai Rp 6,7 triliun. Tapi nyatanya itulah yang terjadi. Dengan ditemukannya borok-borok Bank Century oleh BPK, selanjutnya kasus ini harus diusut sesuai ketentuan hukum. Karena sekarang polisi dan kejaksaan lagi kehilangan kepercayaan dari masyarakat akibat kasus Anggodo Wijaya, satu-satunya institusi yang harus mengusut Bank Century adalah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Agar perkara ini bisa dibikin jelas KPK harus segera menangkap dan menahan Menteri Keuangan Sri Mulyani dan bekas Gubernur BI Budiono. Toh bukti-bukti permulaan sudah cukup dari audit investigasi BPK.
Bobolnya dana Bank Century sampai hampir Rp 1 triliun ini tentu harus dibikin jelas: siapa yang bertanggung-jawab secara hukum dan kemana saja duit itu mengalir? Betulkah sebagian untuk dana kampanye Pemilu sebuah partai politik dan kampanye pemilihan presiden satu pasangan calon? Belum jelas apa yang terjadi di balik semua ini. Tapi dua hari setelah deposito Boedi Sampoerna dipindahkan ke Jakarta, 16 November 2008, atas perintah Robert Tantular, sejumlah US$ 42,80 juta dari deposito itu dipecah-pecah menjadi 247 NCD (Negotiable Certificate Deposit), dengan nilai nominal masing-masing Rp 2 milyar. NCD itu menggunakan nominee atas nama KTP para pelamar karyawan Bank Century, dan diserahkan kepada Boedi Sampoerna pada 16 November 2008. Tindakan ini jelas untuk mengelabui pemerintah. Dengan pemecahan deposito itu menjadi NCD bernilai Rp 2 milyar, maka bila Bank Century ambruk, deposito yang sudah dipecah-pecah menjadi Rp 2 milyar itu sepenuhnya dijamin dan diganti oleh pemerintah (LPS ).
Dalam soal ini bisa dilihat proses bail-out bank ini oleh pemerintah. Ternyata sekali pun sudah mendapat fasilitas FPJP dari Bank Indonesia, penyakit Bank Century bertambah parah. Akhirnya, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia menetapkan Bank Century sebagai bank gagal yang ditenggarai berdampak sistemik. Keputusan itu disampaikan melalui surat kepada Menteri Keuangan selaku Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), 20 November 2008. Lalu dinihari, 21 November 2008, KSSK dipimpin Sri Mulyani, mengadakan rapat , dihadiri oleh Gubernur BI Budiono (yang juga anggota KSSK), dan Dirut Bank Mandiri Agus Martowardoyo. Persisnya rapat berlangsung mulai pukul 00.11 sampai 05.00 WIB, diawali dengan presentasi Bank Century oleh Bank Indonesia. Rapat kemudian memutuskan Bank Century sebagai bank gagal berdampat sistemik dan pengelolaan bank itu selanjutnya diserahkan kepada Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Dari audit yang dilakukan BPK diketahui bahwa rapat itu tak mendapat informasi yang utuh dari Bank Indonesia.
Sebagai bukti, surat Gubernur Bank Indonesia nomor 10, tertanggal 20 November 2008, menyebutkan bahwa untuk menaikkan CAR Bank Century dari negatif 3,53% menjadi 8%, dibutuhkan tambahan modal Rp 632 milyar. Surat ini menjadi acuan ketika rapat pagi 21 November 2008 memutuskan status gagal Bank Century.
Ternyata dalam rapat LPS, 23 November 2008, untuk menetapkan biaya penanganan Bank Century, Bank Indonesia menyebutkan angka tadi melonjak menjadi Rp 2,6 triliun. Berdasar angka Bank Indonesia itu, rapat LPS memutuskan dana untuk menangani Bank Century mencapai Rp 2,77 triliun. Perubahan angka itu oleh Bank Indonesia menyebabkan dalam rapat KSSK, 24 Novem ber 2008, Ketua KSSK Sri Mulyani sempat mempertanyakan kemampuan Bank Indonesia membuat penilaian. Kalau penilaian Bank Indonesia diragukan, menurut Sri Mulyani, secara fundamental akan berpengaruh terhadap evaluasi kemampuan KSSK melakukan penilaian risiko sistemik.
Dari pemeriksaan oleh BPK diketahui bahwa Bank Indonesia memang tak memberikan informasi yang sesungguhnya, lengkap, dan mutakhir tentang kondisi Bank Century kepada KSSK. Belakangan setelah Bank Century ditangani LPS, barulah semua informasi itu dikeluarkan sehingga biaya yang harus disediakan LPS terus melonjak, dan akhirnya mencapai Rp 6,7 triliun. Jumlah itu mencapai 10 kali usulan semula Bank Indonesia yang hanya Rp 632 milyar.
Sekarang, isu Bank Century menjadi sentral dalam politik Indonesia. Riuh-rendah pertarungan antara Polri, Kejaksaan Agung, dengan KPK, agaknya erat kaitannya dengan kasus Bank Century, yaitu setelah KPK berencana mengusut kasus Bank Century (bersamaan dengan pengusutan kasus IT Komisi Pemilihan Umum).
Setelah hasil audit investigasi BPK itu dilaporkan ke DPR, Partai Demokrat sebagai pendukung utama Presiden SBY, tiba-tiba menjadi pendukung hak angket yang sedang bergulir kencang di DPR. Dengan langkah itu Partai Demokrat berupaya menyelamatkan Presiden SBY, dengan melepaskan Wakil Presiden Budiono dan Menkeu Sri Mulyani hanyut diseret arus gelombang Century. Apalagi menurut kabar yang beredar keras mulai Desember ini, Bank Century akan menjadi isu utama para demonstran di jalan-jalan.
BAB II
KAJIAN TEORI
A. PERSEPSI
Pengertian
Menurut David Krech bahwa persepsi adalah suatu proses kognitif yang komplek dan menghasilkan suatu gambar unik tentang kenyataan yang barang kali sangat berbeda dengan kenyatannya.
Menurut Duncan, persepsi itu dapat dirumuskan denganberbagai cara,tetapidalam ilmu perilaku khususnya psikologi, istilah ini dipergunakan untuk mengartikan perbuatan yang lebih dari sekedar mendengarkan, melihat atau merasakan sesuatu.
Menurut Luthans persepsi adalah lebih kompleks dan luas kalau dibandingkan dengan pengindraan. Proses persepsi ini meliputi suatu interaksi yang sulit dari kegiatan penyeleksian, penyusunan, dan penafisiran
Dengan demikian, Persepsi adalah proses kognitif yang dialami oleh setiap orang di dalam memahami informasi tentang lingkungannya, baik lewat penglihatan, pendengaran, penghayatan, perasaan, dan penciuman.
Persepsi timbul karena 2 faktor, yaitu:
1. Faktor Internal
Faktor internal antaranya tergantung pada proses pemahaman sesuatu termasuk di dalamnya sistem nilai tujuan, kepercayaan dan tanggapan terhadap hasil yang di capai.
2. Faktor Eksternal
Faktor eksternal berupa lingkungan yang ada disekitar kita.
Persepsi meliputi semua proses yang dilakukan seseorang dalam memahami informasi mengenai lingkungan. Proses pemahaman ini melalui penglihatan, pendengaran, perasaan dan penciuman. Dalam hubungannya dengan perilaku orang-orang dalam suau organisasi, nampaknya ada 3 hal yang berkaitan yakni pemahaman lewat penglihatan, pendengaran dan perasaan. Dalam menelaah timbulnya proses persepsi ini, menunjukan bahwa fungsi persepsi itu sangat dipengaruhi oleh tiga variable berikut ini: obyek atau peristiwa yang yang dipahami, lingkungan terjadinya persepsi, dan orang-orang yang melakukan persepsi. Dengan demikian proses persepsi akan dapat mengatasi proses pengindraan.dengan kata lain proses persepsi dapat menambah dan mengurangi kejadian senyatanya yang diinderakan oleh sesorang.
Perbedaan anatar persepsi dan pengindraan itu menurut Luthans selanjutnya dikatakan contoh-contohnya sebagai berikut:
a. Pekerja yang sama mungkin dilihat oleh suatu pengawas sebagai pekerja yang terbaik, dan oleh pengawas yang lain dikatan yang terjelek.
b. Dengan rambut palsu (wig) dinilai oleh penjual mempunyai nilai kualitas uang tinggi, tetapi pembeli mengatakan mempunyai kualitas yang rendah.
Adapun penginderaan itu, cara kebiasaan yang bisa dipergunakan untuk mengenalnya antara lain dengan 2 aspek berikut:
Aspek pengindaraan yang mempunyai kesamaan antar suatu orang dengan lainnya disebut kenyataan. Kejadian tertubruknya mobil dengan truk di jalan raya disaksikan banyak orang sebagai kenyataan, walaupun kemungkinan mereka tidak setuju satu sama lain mengenai sebab-sebab terjadinya kecelakaan.
Penginderaan tersusun dalam acara yang unik bagi kita, aspek proses persepsi ini tergantung pada mekanisme biologis, pengalaman masa lalu, dan perkiraan masa sekarang. Semuanya ini berasal dari kebutuhan-kebutuhan kita sendiri, pengalaman, nilai-nilai dan perasaan-perasaan.
Subproses dalam persepsi
Ada beberapa subproses dalam persepsi ini, yaitu:
Stimulus atau situasi yang hadir. Mula terjadinya persepsi diawali ketika seseorang dihadapkan dengan suatu situasi atau stimulus. Situasi yang dihadapi itu mungkin bisa berubah stimulus penginderaan dekat dan langsung atau berupa bentuk lingkungan sosiokultur dan fisik yang menyeluruh.
Registrasi, interpretasi. Dalam masa regitrasi suatu gejala yang Nampak ialah mekanisme fisik yang berupa pengindraan dan sarag seseorang terpengaruh, kemampuan fisik untuk mendengar dan melihat akan mempengaruhi persepsi. Dalam hal ini sesorang mendengar atau melihat informasi terkirim kepadanya. Mulailah ia mendafatar semua informasi yang terlihat atau terdengar. Setelah terdaftarnya semua informasi yang sampai kepada seseorang sibproses berikut yang bekarja ialah interpretasi. Interpretasi merupakan suatu aspek kognitif dari persepsi yang amat penting. Proses interpretasi ini tergantung pada cara pendalaman (learning), motivasi, dan kepribadian seseorang. Pendalaman, motivasi dan kepribadian sesorang akan berbeda dengan orang lain. Oleh karena itu, interpretasi terhadap sesuatu informasi yang sama, akan berbeda antar satu orang dengan orang lain. Disinilah letak simber perbedaan pertama dari persepsi, dan itulah sebabnya mengapa interpretasi merupakan subproses yang penting.
Umpan balik (feedback). Subproses ini dapat mempengaruhi persepsi seseorang. Sebagai contoh, seorang yang melaporkan hasil kerjanya kepada atasannya, kemudian mendapat umpan balik dengan melihat raut muka atasannya. Kedua alisnya naik keatas, bibirnya mengatup rapat, matanya tidak berkedip, dan kemudian suaranya bergumam seperti mau ditelan sendiri. Feedback semacam ini membentuk persepsi tersendiri bagi karyawan. Bagi atasan tersebut barang kali heran bahwa bawahannya mampu melaksanakan tugasnya dengan baik, dan diam-diam dia memujinya. Tetapi persepsi karayawan dia bernuat salah, tidak membawa kepuasan bagi atasannya.
Adapun faktor-faktor yang memepengaruhi pengembangan persepsi seseorang, antara lain:
Psikologi
Persepsi seseorang mengenai segala sesuatu di alam dunia ini sangat dipengaruhi oleh keadaan psikologi. Sebagai contoh, terbenam matahari di waktu senja yang indah temaram, akan dirasakan sebagai bayang-bayang yang kelabu bagi seseorang yang buta warna. Atau suara merdu Grace Simon yang menyanyikan lagu cinta, barangkali tidak menarik dan berkesan bagi sesorang yang sulit mendengar atau tuli.
Family
Pengaruh yang paling besar terhadap anak-anak adalah familinya. Orang tua yang telah mengembangkan suatu cara yng khusus didalam memahami dan melihat kenyataan didunia ini, banyak sikap dan persepsi-persepsi mereka yang diturunkan kepada anak-anaknya. Oleh sebab itu tidak ayal lagi kalau orang tuanya Muhamadiyah akan mempunyai anak yang muhamadiyah pula. Demikian seorang anak dalam kampanye pemilu pendukung PDI, karena orangtuanya adalah tokoh Partai Demokrasi Indonesia tersebut.
Kebudayaan
Kebudayaan dan lingkungan masyarakat tertentu juga merupakan salah satu faktor yang kuat didalam mempengaruhi sikap, nilai, dan cara sesorang memandang dan memahami kedaan di dunia ini.
Pemilihan Persepsi (Perceptual Selectivity)
Prinsip-prinsip pemilihan persepsi berikut ini:
a) Faktor-faktor perhatian dari luar
Adapun faktor-faktor dari luar yang terdiri dari pengaruh-pengaruh lingkungan luar antara lain:
1 Intensitas, prinsip intensitas dari suatu perhatian dapat dinyatakan bahwa semakinbesar insentitas stimulus dari luar, layaknya semakin besar pula hal-hal itu dapat dipahami (to be perceived). Suara keras, bau yang tajam, sinar yang terang akan lebih banyak atau mudah diketahui sibandingkan dengan suara yang lemah, bau yang tidak tajam. Dan sinar yang buram.
2 Ukuran, faktor ini sangat dekat dengan prisip insentitas diatas. Faktor ini menyatakan bahwa semakin besar ukuran sesuatu obyek, maka semakin mudah untuk bisa diketahui atau dipahami. Bentuk ukuran ini akan mempengaruhi persepsi seseorang, dan dengan melihat bentuk ukuran sesuatu obyek orang akan mudah tertarik perhatiannya yang pada gilirannya dapat membentuk persepsinya.
3 Keberlawanan atau kontras, prinsip keberlawan ini menyatakan bahwa stumuli luar yang penampilannya berlawan dengan latar belakangnya atau sekelilingnya atau yang sama sekali diluar sangkaan orang banyak, akan menarik banyak perhatian.
GAMBAR Contoh
Prisip keberlawanan dalam persepsi
Sumber: Fred Luthans Organizazional Behaviour, 198, hlm.88
Bulatan hitam pada kedua gambar kelihatannya lebih besar dalam gambar lingkaran sebelah kanan. Perbedaan itu disebabkan karena latar belakang bulatan-bulatan itu tidak seimbang atau menunjukan keberlawanan. Padahal kedua bulatan hitam itu ukurannya sama.
4 Pengulangan (repetition), dalam prinsip ini dikemukakan bahwa stimulus dari luar yang diulang akan memberikan perhatian yang lebih besar dibandingkandengan sekali lihat. Seperti yang dikatakan oleh Clif ford Morgan, bahwa:” suatu stimulus yang diulangi mempunyai suatu kesempatan yang lebih baik untuk menangkap kita selama satu periode yakni ketika perhatian kita terhadap tugas pekerjaan memudar. Sebagai tambahan , pengulangan itu akan menambah kepekaan kita atau kewaspadaan terhadap stimulus.
5 Gerakan (moving), prinsip gerakan ini antaranya menyatakan bahwa orang akan memberikan banyak perhatian terhadap terhadap obyek yang bergerak dalam jangkauan pandangannya dibandingkan dari obyek yang diam.
6 Baru dan familier, prinsip ini menyatakan bahwa baik situasi eksternal yang baru maupun yang sudah dikenal dapat dipergunakan sebagaipenarik perhatian.
b) Faktor-faktor dari dalam (internal set factors)
1 Belajar atau pemahaman learning dan persepsi, semua faktor-faktor dari dalam yang membentuk adanya perhatian kepada sesuatu obyek sehingga menimbulkan adanya persepsi adalah didasarkan dari kekomplekan kejiwaan seperti yang diuraikandi mika. Kekomplekanini selaras dengan proses pemahaman atau belajar dan moivasi yang dipunyai oleh masing-masing orang.
2 Motivasi dan persepsi, selain proses belajar dapat membentuk persepsi, faktor dari dalam lainnya yang jufa menentukan terjadinya persepsi antara lain motivasi dan kepribadian.
3 Kepribadian dan persepsi, dalam membentuk persepsi unsure ini amat erat hubungannya dengan proses belajar dan motivasi yang mempunyai akibat tentang apa yang diperhatikan yangt diperhatikan dalam menghadiri suatu situasi.
ORGANISASI PERSEPSI
Pengoraganisasian persepsi itu meliputi 3 hal yaitu:
1) Kesamaan dan Ketidaksamaan
Sesuatu obyek yang mempunyai kesamaan dan ketidaksamaan cirri, akan persepsi sebagai suatu obyek yang berhubungan dan ketidak berhubungan. Artinya obyek yang mempunyai ciri yang sama dipersepsi ada hubungannya, sedangkan obyek yang mempunyai ciri tidak sama adalah terpisah.
2) Kedekatan dalam ruang
Obyek atau peristiwa yang dilihat oleh orang karena adanya kedekatan dalam ruang tertentu, akan mudah diartikan sebagai obyek atau peristiwa yang ada hubungannya.
3) Kedekatan dalam waktu
Obyek atau peristiwa juga dilihat sebagai hal yang mempunyai hubungan karena adanya kedekatan atau kesamaan dalam waktu.
Demikian ketiga hal diatas merupakan proses pengorganisasian perspsi. Setiap obyek yang diketahui adanya kesamaan dan ketidaksamaan, kedekatan dalam ruang, dan kedekatan dalam waktu, maka akan diorganisasikan sedemikian rupa sehingga menciptakan suatu persepsi tertentu.
B. KEPRIBADIAN
Ketika kita berbicara tentang kepribadian, kita tidak berbicara bahwa seseorang mempunyai pesona, pendangan positif terhadap kehidupan, wajah murah senyum, atau orang itu adalah finalis “happiest and friendliest” dalam kontes miss amerika tahun ini. ketika para psikologi berbicara tentang kepribadian, yang mereka maksudkan adalah konsep dinamik yang enggambarkan pertumbuhan dan perkembangan keseluruhan sistem psikologis seseorang. Alih-alih melihat kebagian-bagian dari orang itu, kepribadian melihat ke kelompok menyeluruh yang lebih besar dari sekedar jumlah dari bagian-bagian.
Gordon Allport mengatakan bahwa kepribadian adalah “organisasi dinamik dalam individu yang memiliki sistem psikologis tersebut yang menentukan penyesuaian uniknya terhadap lingkungan” untuk tujuan-tujuan kita anda hendaknya berfikir tentang kepribadian sebagai jumlah total cara-cara yang ditempuh individu untuk bereaksi terhadap dan berinteraksi dengan yang lain. Kepribadian paling sering digambarkan berdasar ciri-ciri yang dapat diukur yang diperlihatkan orang.
Penentu-penentu kepribadian
Keturunan, keturunan merunjuk ke faktor-faktor yang ditentukan sejak lahir. Ukuran fisik, daya tarik wajah, jenis kelamin, tempramen, komposisi, refleks otot, level energi, dan ritme biologis adalah karakteristik yang umumnya dianggap sepenuhnya atau secara substansial dipengaruhi oleh siapa orang tua anda; yakni susunan biologis, fisiologis, dan psikologis interen mereka. Pendekaan keturunan berpendapat bahwa penjelasan terakhir tentang kepribadian seseorang adalah struktur molekul dari gen, yang terdapat dalam kromosom.
Tiga aliran riset berbeda memberikan sejumlah kredibilitas ke argumen bahwa hereditas atau keturunan memainkan bagian penting dalam menentukan kepribadian seseorang. Aliran pertama melihat pada tiang penyanggaa genetic dari perilaku dan temperamen manusia dikalangan anak-anak kecil. Aliran kedua mengemukakan studi tentang dua anak kembar yang dipisahkan ketika lahir. Aliran ketiga meneliti konsisitensi kepuasan jabatan dari waktu ke waktu dan dalam berbagai situasi.
Lingkungan, diantara faktor-faktor yang memberikan tekanan pada pembentukan kita adalah kebudayaan dimana kita dibesarkan; pengkondisian awal kita; norma ditengah keluarga, teman, dan kelompok sosial; dan pengaruh-pengaruh lain yang kita alami. Faktor-faktor lingkungan ini memainkan peran penting dalam membentuk kepribadian kita.
Pertimbangan-pertimbangan cermat tentang argumentasi-argumentasi yang mendukung entah keturunan atau lingkungan sebagai penentu utama kepribadian mendorong kesimpulan bahwa keduanya penting. Keturunan menetapkan parameter atau batas luar, tetapi potensi penuh individu akan ditentukan oleh seberapa baik dia dalam menyesuaikan diri dengan tuntutan dan persyaratan llingkungan.
Situasi, faktor ketiga, situasi, mempengaruhi dampak keturunan dan lingkungan pada kepribadian. Kepribadian individu, walaupun umumnya stabil dan konsisten, berubah dalam situasi-situasi yang berbeda. Tuntutan beragam dari situasi yang berbeda menimbulkan aspek yang berbeda pada kepribadian seseorang. Oleh karena itu, hendaknya kita tidak melihat pola-pola kepribadian secara terpisah.
Memang tampaknya logis untuk mengendalikan bahwa situasi akan mempengaruhi kepribadian seseorang, namun skema klasifikasi rapi yang akan memberitahu kita akan dampak berbagai jenis situasi telah sebegitu jauh atau tidak kita dapatkan. Meski demikian, kita mengetahui bahwa situasi-situasi tetentu lebih relevan daripada yang lain dalam mempengaruhi kepribadian.
Ciri-ciri kepribadian
Karya awal dalam struktur kepribadian berkembang disekitar usaha untuk mengidentifikasi dan memberi label ke ciri-ciri yang bertahan lama yang menggambarkan perilaku individu. Karakteristik yang populer antara lain adalah rasa malu, keagresifan, kepatuhan, kemalasan ambisi, kesetiaan, dan ketakutan. Karakteristik-karakteristik tersebut, ketika diperagakan dalam banyak situasi, maka disebut ciri-ciri kepribadian. Semakin konsisten karakteristik tersebut dan semakin sering terjadi dalam berbagai situasi, maka semakin penting ciri-ciri tersebut dalam menggambarkan individu.
Upaya-upaya untuk mengisolasi ciri-ciri sudah dihindari karena terdapat begitu banyak ciri. Sebenarnya tidak mungkin untuk memperkirakan perilaku bila terdapat begitu banyak ciri yang harus diperhitungkan, oleh karena itu ribuan ciri-ciri dikurangi agar mudah dikelola.
Sebuah riset yang mengisolasikan 171 ciri, menghasilkan identifikasi atas 16 faktor kepribadian, yang disebut sebagai ciri sumber, atau utama. Ke-16 ciri ini umumnya dianggap sebagai sumber perilaku yang terus-menerus dan mantap, antara lain :
1. Dingin vs Ramah
2. Kurang cerdas vs Kurang cerdas
3. Terpengaruh perasaan vs secara emosianal stabil
4. Mengalah vs Dominan
5. Serius vs Ringan hati
6. Ceroboh vs Cermat
7. Penakut vs Petualang
8. Keras hati vs Sensitif
9. Percaya vs Curiga
10. Praktis vs Imajinatif
11. Langsung vs Penuh pertimbangan
12. Percaya diri vs Cemas
13. Kinservatif vs Suka mencoba
14. Tergantung kelompok vs Mandiri
15. Tidak terkendali vs Terkendali
16. Santai v s Tegang
Indikator tipe Myers-Briggs, yaitu salah satu kerangka kerja kepribadian yang paling luas digunakan. Pada hakikatnya indikator merupakan tes kepribadian dengan 100 pertanyaan yang menanyakan kepada seseorang bagaimana mereka biasanya merasa atau bertindak dalam situasi-situasi tertentu.
Berdasarkan jawaban-jawaban yang diberikan individu-individu terhadap tes itu, para individu tersebut diklasifikasikan sebagai ekstrovert dan introvert (E atau I),tajam atau intuitif (S atau N), pemikir atau perasa (T atau F), dan memahami atau menilai (P atau J). klasifikasi tersebut kemudian digabungkan menjadi 16 tipe kepribadian (hasil riset diatas).
Model Lima Besar, MBTI mungkin kekurangan bukti valid yang mendukung tetapi itu tidak terjadi pada model lima faktor kepribadian – lebih umum disebut “Lima Besar”. Dalam tahun terakhir, suatu badan riset yang mengesankan mendukung bahwa lima dimensi dasar itu saling melandasi dan mencakup sebagian besar perbedaan signifikan dalam kepribadian manusia faktir-faktor lima besar tersebut itu adalah :
Ekstroversi, dimensi ini mencakup tingkat kesenangan seseorang akan hubungan orang-orang yang ekstrovert cenderung suka berkelompok, tegas, dan mampu bersosialisasi. Kaum introvert cenderung pendiam, pemalu, dan tenang.
Kemampuan untuk bersepakat, dimensi ini merujuk kecenderungan individu untuk tunduk kelain orang-orang yang berkemampuan tinggi untuk bersepakat bersifat kooperatif, hangat dan percaya. Orang yang memiliki skor yang rendah dalam kemampuan untuk bersepakat adalah orang yang dingin, tidak mampu bersepakat, dan antagonistik.
Kemampuan untuk mendengarkan suara hati, dimensi ini merupakan ukuran dari keandalan. Orang yang sangat peka terhadap suara hati bersifat bertanggung jawab, terorganisir, dapat dipercaya, dan gigih. Mereka yang memiliki skor rendah dalam dimensi ini mudah bingung tidak terorganisir, dan tidak handal
Stabilitas emosi, dimensi ini membuka jalan bagi kemampuan seseorang untuk bertahan terhadap stees. Orang dengan stabilitas emosi yang postif cenderuung tenang, percaya diri, dan merasa aman. Mereka dengan skor negatif yang tinggi cenderung ggugup, cemas, tertekan, dan merasa tidak aman.
Keterbukaan terhadap pengalaman, dimensi terkhir ini mengukur kisaran minat dan kekaguman individu terhadap hal baru. Orang yang secara ekterm terbuka adalah orang yang kreatif, ingin tahu, dan secara artistik sensitif. Mereka yang berada pada sisi lain katagori keterbukaan bersifat konvensional dan menemukan kenyamanan hanya jika telah akrab.
Disamping menjadi kerangka kerja kepribadian yang menyatu, penelitian tentang Lima Besar juga menemukan hubungan penting antara dimensi-dimensi kepribadian ini dengan kinerja pekerjaan. Kinerja jabatan ditentukan berdasarkan pemeringkatan kinerja, keahlian pelatihan (kinerja selama program pelatihan), dan data personalia seperti tingkat gaji. Selanjutnya tingkat pengenalan jabatan yang lebih tinggi menyumbang ke tingkat kinerja jabatan yang lebih tinggi.
Untuk dimensi-dimensi kepribadian lainnya,kemampuan untuk memperkirakan tergantung pada kriteria kinerja dan kelompok jabatan. Hal yang tidak begitu jelas adalah mengapa stabilitas emosi yang positif tidak berhubungan dengan kinerja jabatan. Secara intuitif, sepertinya orang yang tenang dan tegar akan melakukan dengan lebih baik hampir semua pekerjaan dibanding orang yang cemas dan tidak tegar. Para peneliti mengemukakan bahwa orang yang memiliki skor yang cukup tinggi pada stabilitas emosi yang mempertahankan pekerjaan mereka.
Atribut-atribut kepribadian utama yang mempengaruhi OB
Dalam bagian ini, kami ingin mengevaluasi secara lebih cermat atribur-atribut kepribadian spesifik yang ternayata merupakan indikator yang berpengaruh dalam memperkirakan perilaku dalam organisasi.
Lokus Kendali, sebagian orang yakin bahwa mereka adalah penguasaatau nasib mereka. Yang lain melihat diri mereka sendiri sebagai pion dari nasib, yang percaya bahwa apa yang terjadi bagi mereka dalam kehidupan mereka disebabkan karena nasib baik atau kesempatan. Tipe pertama, mereka yang yakin bahwa mereka mengendalikan nasib mereka, diberi label internal, sementara yang kedua, yang melihat jidup mereka dikendalikan oleh kekuatan luar, disebut eksternal. Persepsi seseorang tentang sumber nasibnya diistilahkan sebagai Lokus Kendali.
Sejumlah besar penelitian yang membandingkan internal dengan eksternal secara konsisten memperlihatkan bahwa individu-individu yang memiliki skor tinggi dalam eksternalitas kuas puas dengan jabatan mereka, memiliki tinggi keabsenan yang lebih tinggi, lebih terasing dari tempat kerja. Bukti keseluruhan menunjukan bahwa orang-orang internal umumnya berkinerja lebih baik dalam pekerjaan mereka, namun kesimpulan itu hendaknya diperlunak agar dapat mencerminkan perbedaan-perbedaan pekerjaan. Sebaliknya, kaum eksternal akan melakukan dengan baik pekerjaan-pekerjaan yang rutin dan terstruktur baik dan dimana keberhasilan sangat tergantung pada penyesuaian dengan petunjuk orang lain.
Machiavelliansime, individu yang machiavelliansimenya tinggi bersifat pragmatis, menjaga jarak emosi, dan yakin bahwa tujuan dapat menghalalkan cara. “Jika berfungsi maka digunakan” konsistem dengan perspektif yang Mach-nya tinggi.
Sejumlah besar penelitian telah diarahkan untuk menghubungkan kepribadian Mach tinggi rendah dengan hasil perilaku tertentu orang-orang yang Machnya tinggi lebih banyak melakukan manipulasi. Lebih sering menang, kirang bisa dibujuk, dan membujuk lebih banyak orang lain daripada orang-orang dengan mach yang rendah. Namun hasil dengan orang Mach tinggi ini diperlunak oleh faktor-faktor situasi. Tetapi jika tujuan tidak menghalalkan cara, jika ada standart perilaku yang absolut, atau jika faktor situasi tidak ada, kemampuan kita untuk memperkirakan kinerja yang tinggi dari orang yang ber-Mach tinggi akan sangat terbatas.
Harga diri, setiap orang berbeda dalam tingkat dimana mereka suka atau tidah suka terhadap dirinya yang biasa disebut harga diri. Penelitian tentang harga diri (SE) menawarkan sejumlah kajian penting tentang perilaku organisasi. Orang dengan SE (self-esteem) tinggi yakin bahwa mereka memilki kemampuan yang mereka butuhkan untuk berhasil dalam bekerja.
Orang-orang dengan harga diri tinggi akan menempuh risiko yang lebih besar dalam seleksi pekerjaan dan lebih mungkin untuk memilih pekerjaan yang tidak konvensional daripada orang-orang dengan harga diri rendah. Orang-orang dengan SE rendah tergantung pada penerimaan evaluasi positif dari orang lain. Akibatnya, mereka lebih mungkin untuk mencari pengakuan dari orang lain dan lebih suka berkompromi dengan keyakinan dan perilaku orang-orang yang mereka hargai daripada orang dengan SE tinggi.
Pemantauan diri, satu ciri kepribadian yang akhir-akhir ini mendapat perhatian yang semakin besar adalah pemantauan diri. Ciri tersebut merujuk ke kemampuan individu untuk menyesuaikan perilakunya dengan faktor-faktor situasi eksternal. Orang-orang yang punya pemantauan diri tinggi mampu menyajikan kontradiksi yang mencolok antara personal public mereka dan diri pribadi mereka. Orang yang mempunyai pemantauan diri yang rendah tidak dapat menyamarkan diri dengan cara itu, mereka cenderung menampilkan disposisi dan sikap mereka yang sebenarnya dalam setiap situasi; oleh karena itu, terdapat konsistensi perilaku yang tinggi antara siapa mereka dan apa yang mereka lakukan.
Pengambilan risiko, orang-orang berbeda keinginan mereka untuk memanfaatkan peluang kecenderungan untuk mengambil atau menghindari risiko ternyata membawa dampak pada berapa lama waktu yang dibutuhkan manajer untuk mengambil keputusan dan berapa banyak informasi yang mereka perlukan sebelum menentukan pilihan mereka. Manajer yang bersedia menanggung risiko yang tinggi mengambil keputusan lebih cepat danmenggunakan informasi yang lebih sedikit dalam menentukan pilihan mereka disbanding manajer yang kurang bersedia menempuh resiko.
Kepribadian Tipe A, Seseorang dengan kepribadian tipe A “secara agresif terlibat dalam perjuangan bertahun-tahun tiada henti untuk mencapai lebih banyak dalam waktu yan lebih sedikit, dan jika perlu, melawan upaya-upaya lein atau orang lain yang menantang”.
Sifat-sifat tipe A :
1. Serba cepat dalam bergerak, berjalan, dan makan.
2. Merasa tidak sabar atas tingkat kejadian sebagian besar peristiwa yang berlangsung.
3. Berusaha keras untuk berfikir atau melakukan dua hal atau lebih sekaligus.
4. Tidak dapat menikmati waktu luang,
5. Terobsesi dengan jumlah, mengukur kesuksesan berdasar berapa banyak yang mereka peroleh.
Kontras dengan kkepribadian tipe A, adalah tipe B. persis sebaliknya, orang tipe B “jarang didorong oleh keinginan untuk mendapatkan barang yang jumlahnya semakin meningkat atau berpartisipasi dalam semakin banyak rankaian peristiwa tiada akhit dan jumlah waktu yang semakin menurun”
Sifat-sifat tipe B :
1. Tidak pernah mengalami keterdesakan waktu ataupun ketidaksabaran;
2. Merasa tidak perlu memamerkan atau membahas entah prestasi mereka atau apa yang sudah mereka capai kecuali kalau pemaparan itu dituntut oleh situasi;
3. Bermain untuk mendapatkan kegembiraan dan relaksasi dan bukannya untuk memperlihatkan superioritas mereka;
4. Dapat santai tanpa meras bersalah.
Tipe A berorientasi dalam tingkat stessyang seddang sampai tinggi mereka memasukan diri mereka sendiri kedalam tekanan waktu yang terus-menerus yang berarti menciptakan kehidupan yang penuh tenggat waktu bagi diti mereka sendiri. Karakteristik-karakteristik ini menghasilkan beberapa hasil perilaku yang agak spesifik.
Mencapai Kecocokan Kepribadian
Dua puluh tahun yang lalu, organisasi-organisasimemperhatikan kepribadian terutama karena mereka ingin mencocokan individu-individu dengan jabatan-jabatan tertentu.
Kecocokan orang dengan pekerjaan, perhatian menyangkut pencocokan syarat-syarat dengan karakteristik kepribadian diungkapkan dengan baik sekali dalam teori kecocokan kepribadian-pekerjaan yang dikemukakan John Holland. Teori itu didasarkan pada pengertian tentang kecocokan antara ciri-ciri kepribadian individu dan lingkungan kedudukannya. Holland menyajikan enam tipe kepribadian dan mengemukakan bahwa kepuasan dan kecenderungan untuk meninggalkan pelerjaan tergantung pada sejauh nama individu-individu itu berhasil mencocokan kepribadian mereka dengan lingkungan pekerjaan.
Kecocokan organisasi orang, kecocokan organisasi-orang pada hakikatnya berpendapat bahwa orang akan meninggalkan pekerjaan yang tidak cocok dengan kepribadian. Dengan menggunakan terminologi Lima Besar, misalnya kita dapat memperkirakan orang dengan ekstroversi tinggi lebih cocok dengan kebudayaan yang agresif dan berorientasi tim; orang dengan kemampuan sepakat yang tinggi akan lebih cocok dengan iklim organisasi yang suportif disbanding orang yang berfokus pada keagresifan; dan bahwa orang dengan keterbukaan tinggi terhadap pengalaman lebih cocok dengan organisasi-organisasi yang menekankan pada inovasi dan bukannya standardisasi.
BAB III
PEMBAHASAN
persepsi adalah proses kognitif yang dialami oleh setiap orang di dalam memahami informasi tentang lingkungannya, baik lewat penglihatan, pendengaran , perasaan, dan penciuman. Dan kepribadian merupakan konsep dinamik yang menggambarkan pertumbuhan dan perkembangan keseluruhan sistem psikologis seseorang.
Keterkaitan antara kasus bank century ini yaitu Budiono bekas Gubernur Bank Indonesia yang kini menjabat Wakil Presiden, bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani, harus diperiksa aparat hukum dan diminta pertanggung-jawabannya dalam kasus Bank Century.
Mereka berdua adalah orang yang paling bertanggung jawab atas talangan (bail-out) bank swasta kecil itu, tapi telah menghabiskan uang negara Rp 6,7 triliun. Sri mulyani dan budiono memiliki persesi masing-masing. Bidono yang melihat suatu situasi dalam lingkungannya yaitu dengan menggunakan uang century untuk kampanye yang dijalankan maka tidak akan terjadi masalah apapun tapi ternyata itu salah. Perbuatan yang ia lakukan itu menjadi melemahkan kekuasaan presiden saat ini terkait dengan skandal bilout century tersebut. Sejak awal sudah sipastikan skandal century dalam pembangunannya terdapat pelanggaran dalam aturan Bank Indonesia. Selain itu sry mulyani yang merupakan menteri keuangan gak tau lagi jan.cari yah peran sri mulyani jadi pa di bank century.
Budiono dalam mengelola pada waktu menjabat sebagai gubernur Bank Indonesia memiliki persepsi dan dalam pengelolaannya kurang memiliki tangung jawab yang menyebabkan Bank Centuri ini di bil-out oleh menteri keuangan sri mulyani. Sehingga persepsi yang budiono punya menyebabkan dalam kekuasan presiden sekarang melemah. Sehingga dalam menilai kepribadian budiono sekarang dia menjadi agak tertutup dalam memberikan informasi. Sehinnga menimbulkan kepribadian yang kurang begitu untuk dilihat dalam masuyarakat Indonesia ini.
Sumpah may gak tau lagi ojaaannn..
Mmmaaff yaaa???
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
DAFTAR PUSTAKA
Miftah Thoha, Perilaku Organisasi. Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada, 2003.
Stephen P. Robbins. Prilaku organisasi Edisi Kesepuluh. Jakarta: PT Indeks kelompok Gramedia,2006.
.:SBY, Budiono dan Sri Mulyani di tengah Gelombang Century:.
Written about 2 weeks ago • Comment • LikeUnlike • Report Note
PENDAHULUAN
A. Perumusan Masalah
Bail out Century
Hasil audit investigasi Badan Pemerksa Keuangan (BPK) terhadap Bank Century yang disampaikan ke DPR, Senin, 23 November lalu, sesungguhnya, menyebabkan pemerintahan Presiden SBY yang baru seumur jagung kini oleng.
Betapa tidak? Budiono bekas Gubernur Bank Indonesia yang kini menjabat Wakil Presiden, bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani, harus diperiksa aparat hukum dan diminta pertanggung-jawabannya dalam kasus Bank Century.
Mereka berdua adalah orang yang paling bertanggung jawab atas talangan (bail-out) bank swasta kecil itu, tapi telah menghabiskan uang negarai Rp 6,7 triliun.
Ternyata dari audit investigasi BPK yang dimulai September lalu atas permintaan DPR, ditemukan berbagai ketidak-beresan di dalam upaya penyelamatan bank itu. Ketidak-beresan itu mulai dari berbagai pelanggaran terhadap peraturan yang ada, bahkan sampai perbuatan rekayasa untuk menghindari suatu ketentuan atau peraturan.
Rontoknya Budiono dan Sri Mulyani akan melemahkan Presiden SBY dan menyebabkan pemerintahannya menjadi pincang. Apalagi kalau kelak diketahui bahwa mereka berdua hanya melaksanakan instruksi Presiden. Karena itu bisa dimaklumi pagi-pagi sudah terlihat upaya membersihkankan nama SBY dari kasus Bank Century. Hanya beberapa hari setelah hasil audit BPK disampaikan ke DPR, Raden Pardede, mantan Sekretaris KSSK (Komite Stabilitas Sistem Keuangan) mengatakan bahwa penyelamatan Bank Century dilakukan KSSK tanpa sama sekali melibatkan Presiden. Presiden tak kita libatkan dalam persetujuan tanggal 21 November 2008, karena itu wewenang KSSK. Jadi kita sama sekali tidak melibatkan Presiden,katanya kepada wartawan, 24 November lalu. Betulkah Presiden sama sekali tak dilibatkan untuk penggunaan dana sampai Rp 6,7 triliun? Suatu hal yang tak masuk masuk akal, tapi baiklah para pembaca menjawabnya sendiri. Belakangan memang berembus kabar yang luas bahwa pada saat KSSK mengadakan rapat yang memutuskan talangan untuk Bank Century, 21 November 2008, Menteri Keuangan Sri Mulyani sempat menelepon Presiden SBY yang waktu itu berada di Brasil. Atas petunjuk Presiden kemudian KSSK memutuskan mem-bail-out Bank Century. Rapat KSSK konon sengaja dilakukan dinihari sampai pagi untuk mengantisipasi perbedaan waktu antara Indonesia dengan negara di Amerika Latin itu kalau rapat membutuhkan arahan Presiden yang sedang berkunjung ke negeri Samba itu.
Dari sini diketahui bahwa sejumlah Peraturan Bank Indonesia (PBI) telah dilanggar, keputusan penting diambil tanpa informasi yang cukup, dan lebih parah lagi, untuk membantu Bank Century, rekayasa telah dilakukan oleh para pejabat terkait. Pemeriksaan juga menemukan bukti-bukti bahwa sejak awal Bank Century telah diistimewakan oleh para pejabat Bank Indonesia dengan tak menggunakan peraturan-peraturan tertentu terhadap bank ini.
Tak aneh kalau kemudian para pengurus dan pemilik bank ini menjadikan Bank Century sebagai ajang penjarahan. Atau seperti dikatakan mantan Wapres Jusuf Kalla, bank ini dipimpin oleh rampok. Sungguh tak layak bank yang diipimpin rampok dibantu dengan menggunakan uang negara sampai Rp 6,7 triliun. Tapi nyatanya itulah yang terjadi. Dengan ditemukannya borok-borok Bank Century oleh BPK, selanjutnya kasus ini harus diusut sesuai ketentuan hukum. Karena sekarang polisi dan kejaksaan lagi kehilangan kepercayaan dari masyarakat akibat kasus Anggodo Wijaya, satu-satunya institusi yang harus mengusut Bank Century adalah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Agar perkara ini bisa dibikin jelas KPK harus segera menangkap dan menahan Menteri Keuangan Sri Mulyani dan bekas Gubernur BI Budiono. Toh bukti-bukti permulaan sudah cukup dari audit investigasi BPK.
Bobolnya dana Bank Century sampai hampir Rp 1 triliun ini tentu harus dibikin jelas: siapa yang bertanggung-jawab secara hukum dan kemana saja duit itu mengalir? Betulkah sebagian untuk dana kampanye Pemilu sebuah partai politik dan kampanye pemilihan presiden satu pasangan calon? Belum jelas apa yang terjadi di balik semua ini. Tapi dua hari setelah deposito Boedi Sampoerna dipindahkan ke Jakarta, 16 November 2008, atas perintah Robert Tantular, sejumlah US$ 42,80 juta dari deposito itu dipecah-pecah menjadi 247 NCD (Negotiable Certificate Deposit), dengan nilai nominal masing-masing Rp 2 milyar. NCD itu menggunakan nominee atas nama KTP para pelamar karyawan Bank Century, dan diserahkan kepada Boedi Sampoerna pada 16 November 2008. Tindakan ini jelas untuk mengelabui pemerintah. Dengan pemecahan deposito itu menjadi NCD bernilai Rp 2 milyar, maka bila Bank Century ambruk, deposito yang sudah dipecah-pecah menjadi Rp 2 milyar itu sepenuhnya dijamin dan diganti oleh pemerintah (LPS ).
Dalam soal ini bisa dilihat proses bail-out bank ini oleh pemerintah. Ternyata sekali pun sudah mendapat fasilitas FPJP dari Bank Indonesia, penyakit Bank Century bertambah parah. Akhirnya, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia menetapkan Bank Century sebagai bank gagal yang ditenggarai berdampak sistemik. Keputusan itu disampaikan melalui surat kepada Menteri Keuangan selaku Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), 20 November 2008. Lalu dinihari, 21 November 2008, KSSK dipimpin Sri Mulyani, mengadakan rapat , dihadiri oleh Gubernur BI Budiono (yang juga anggota KSSK), dan Dirut Bank Mandiri Agus Martowardoyo. Persisnya rapat berlangsung mulai pukul 00.11 sampai 05.00 WIB, diawali dengan presentasi Bank Century oleh Bank Indonesia. Rapat kemudian memutuskan Bank Century sebagai bank gagal berdampat sistemik dan pengelolaan bank itu selanjutnya diserahkan kepada Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Dari audit yang dilakukan BPK diketahui bahwa rapat itu tak mendapat informasi yang utuh dari Bank Indonesia.
Sebagai bukti, surat Gubernur Bank Indonesia nomor 10, tertanggal 20 November 2008, menyebutkan bahwa untuk menaikkan CAR Bank Century dari negatif 3,53% menjadi 8%, dibutuhkan tambahan modal Rp 632 milyar. Surat ini menjadi acuan ketika rapat pagi 21 November 2008 memutuskan status gagal Bank Century.
Ternyata dalam rapat LPS, 23 November 2008, untuk menetapkan biaya penanganan Bank Century, Bank Indonesia menyebutkan angka tadi melonjak menjadi Rp 2,6 triliun. Berdasar angka Bank Indonesia itu, rapat LPS memutuskan dana untuk menangani Bank Century mencapai Rp 2,77 triliun. Perubahan angka itu oleh Bank Indonesia menyebabkan dalam rapat KSSK, 24 Novem ber 2008, Ketua KSSK Sri Mulyani sempat mempertanyakan kemampuan Bank Indonesia membuat penilaian. Kalau penilaian Bank Indonesia diragukan, menurut Sri Mulyani, secara fundamental akan berpengaruh terhadap evaluasi kemampuan KSSK melakukan penilaian risiko sistemik.
Dari pemeriksaan oleh BPK diketahui bahwa Bank Indonesia memang tak memberikan informasi yang sesungguhnya, lengkap, dan mutakhir tentang kondisi Bank Century kepada KSSK. Belakangan setelah Bank Century ditangani LPS, barulah semua informasi itu dikeluarkan sehingga biaya yang harus disediakan LPS terus melonjak, dan akhirnya mencapai Rp 6,7 triliun. Jumlah itu mencapai 10 kali usulan semula Bank Indonesia yang hanya Rp 632 milyar.
Sekarang, isu Bank Century menjadi sentral dalam politik Indonesia. Riuh-rendah pertarungan antara Polri, Kejaksaan Agung, dengan KPK, agaknya erat kaitannya dengan kasus Bank Century, yaitu setelah KPK berencana mengusut kasus Bank Century (bersamaan dengan pengusutan kasus IT Komisi Pemilihan Umum).
Setelah hasil audit investigasi BPK itu dilaporkan ke DPR, Partai Demokrat sebagai pendukung utama Presiden SBY, tiba-tiba menjadi pendukung hak angket yang sedang bergulir kencang di DPR. Dengan langkah itu Partai Demokrat berupaya menyelamatkan Presiden SBY, dengan melepaskan Wakil Presiden Budiono dan Menkeu Sri Mulyani hanyut diseret arus gelombang Century. Apalagi menurut kabar yang beredar keras mulai Desember ini, Bank Century akan menjadi isu utama para demonstran di jalan-jalan.
BAB II
KAJIAN TEORI
A. PERSEPSI
Pengertian
Menurut David Krech bahwa persepsi adalah suatu proses kognitif yang komplek dan menghasilkan suatu gambar unik tentang kenyataan yang barang kali sangat berbeda dengan kenyatannya.
Menurut Duncan, persepsi itu dapat dirumuskan denganberbagai cara,tetapidalam ilmu perilaku khususnya psikologi, istilah ini dipergunakan untuk mengartikan perbuatan yang lebih dari sekedar mendengarkan, melihat atau merasakan sesuatu.
Menurut Luthans persepsi adalah lebih kompleks dan luas kalau dibandingkan dengan pengindraan. Proses persepsi ini meliputi suatu interaksi yang sulit dari kegiatan penyeleksian, penyusunan, dan penafisiran
Dengan demikian, Persepsi adalah proses kognitif yang dialami oleh setiap orang di dalam memahami informasi tentang lingkungannya, baik lewat penglihatan, pendengaran, penghayatan, perasaan, dan penciuman.
Persepsi timbul karena 2 faktor, yaitu:
1. Faktor Internal
Faktor internal antaranya tergantung pada proses pemahaman sesuatu termasuk di dalamnya sistem nilai tujuan, kepercayaan dan tanggapan terhadap hasil yang di capai.
2. Faktor Eksternal
Faktor eksternal berupa lingkungan yang ada disekitar kita.
Persepsi meliputi semua proses yang dilakukan seseorang dalam memahami informasi mengenai lingkungan. Proses pemahaman ini melalui penglihatan, pendengaran, perasaan dan penciuman. Dalam hubungannya dengan perilaku orang-orang dalam suau organisasi, nampaknya ada 3 hal yang berkaitan yakni pemahaman lewat penglihatan, pendengaran dan perasaan. Dalam menelaah timbulnya proses persepsi ini, menunjukan bahwa fungsi persepsi itu sangat dipengaruhi oleh tiga variable berikut ini: obyek atau peristiwa yang yang dipahami, lingkungan terjadinya persepsi, dan orang-orang yang melakukan persepsi. Dengan demikian proses persepsi akan dapat mengatasi proses pengindraan.dengan kata lain proses persepsi dapat menambah dan mengurangi kejadian senyatanya yang diinderakan oleh sesorang.
Perbedaan anatar persepsi dan pengindraan itu menurut Luthans selanjutnya dikatakan contoh-contohnya sebagai berikut:
a. Pekerja yang sama mungkin dilihat oleh suatu pengawas sebagai pekerja yang terbaik, dan oleh pengawas yang lain dikatan yang terjelek.
b. Dengan rambut palsu (wig) dinilai oleh penjual mempunyai nilai kualitas uang tinggi, tetapi pembeli mengatakan mempunyai kualitas yang rendah.
Adapun penginderaan itu, cara kebiasaan yang bisa dipergunakan untuk mengenalnya antara lain dengan 2 aspek berikut:
Aspek pengindaraan yang mempunyai kesamaan antar suatu orang dengan lainnya disebut kenyataan. Kejadian tertubruknya mobil dengan truk di jalan raya disaksikan banyak orang sebagai kenyataan, walaupun kemungkinan mereka tidak setuju satu sama lain mengenai sebab-sebab terjadinya kecelakaan.
Penginderaan tersusun dalam acara yang unik bagi kita, aspek proses persepsi ini tergantung pada mekanisme biologis, pengalaman masa lalu, dan perkiraan masa sekarang. Semuanya ini berasal dari kebutuhan-kebutuhan kita sendiri, pengalaman, nilai-nilai dan perasaan-perasaan.
Subproses dalam persepsi
Ada beberapa subproses dalam persepsi ini, yaitu:
Stimulus atau situasi yang hadir. Mula terjadinya persepsi diawali ketika seseorang dihadapkan dengan suatu situasi atau stimulus. Situasi yang dihadapi itu mungkin bisa berubah stimulus penginderaan dekat dan langsung atau berupa bentuk lingkungan sosiokultur dan fisik yang menyeluruh.
Registrasi, interpretasi. Dalam masa regitrasi suatu gejala yang Nampak ialah mekanisme fisik yang berupa pengindraan dan sarag seseorang terpengaruh, kemampuan fisik untuk mendengar dan melihat akan mempengaruhi persepsi. Dalam hal ini sesorang mendengar atau melihat informasi terkirim kepadanya. Mulailah ia mendafatar semua informasi yang terlihat atau terdengar. Setelah terdaftarnya semua informasi yang sampai kepada seseorang sibproses berikut yang bekarja ialah interpretasi. Interpretasi merupakan suatu aspek kognitif dari persepsi yang amat penting. Proses interpretasi ini tergantung pada cara pendalaman (learning), motivasi, dan kepribadian seseorang. Pendalaman, motivasi dan kepribadian sesorang akan berbeda dengan orang lain. Oleh karena itu, interpretasi terhadap sesuatu informasi yang sama, akan berbeda antar satu orang dengan orang lain. Disinilah letak simber perbedaan pertama dari persepsi, dan itulah sebabnya mengapa interpretasi merupakan subproses yang penting.
Umpan balik (feedback). Subproses ini dapat mempengaruhi persepsi seseorang. Sebagai contoh, seorang yang melaporkan hasil kerjanya kepada atasannya, kemudian mendapat umpan balik dengan melihat raut muka atasannya. Kedua alisnya naik keatas, bibirnya mengatup rapat, matanya tidak berkedip, dan kemudian suaranya bergumam seperti mau ditelan sendiri. Feedback semacam ini membentuk persepsi tersendiri bagi karyawan. Bagi atasan tersebut barang kali heran bahwa bawahannya mampu melaksanakan tugasnya dengan baik, dan diam-diam dia memujinya. Tetapi persepsi karayawan dia bernuat salah, tidak membawa kepuasan bagi atasannya.
Adapun faktor-faktor yang memepengaruhi pengembangan persepsi seseorang, antara lain:
Psikologi
Persepsi seseorang mengenai segala sesuatu di alam dunia ini sangat dipengaruhi oleh keadaan psikologi. Sebagai contoh, terbenam matahari di waktu senja yang indah temaram, akan dirasakan sebagai bayang-bayang yang kelabu bagi seseorang yang buta warna. Atau suara merdu Grace Simon yang menyanyikan lagu cinta, barangkali tidak menarik dan berkesan bagi sesorang yang sulit mendengar atau tuli.
Family
Pengaruh yang paling besar terhadap anak-anak adalah familinya. Orang tua yang telah mengembangkan suatu cara yng khusus didalam memahami dan melihat kenyataan didunia ini, banyak sikap dan persepsi-persepsi mereka yang diturunkan kepada anak-anaknya. Oleh sebab itu tidak ayal lagi kalau orang tuanya Muhamadiyah akan mempunyai anak yang muhamadiyah pula. Demikian seorang anak dalam kampanye pemilu pendukung PDI, karena orangtuanya adalah tokoh Partai Demokrasi Indonesia tersebut.
Kebudayaan
Kebudayaan dan lingkungan masyarakat tertentu juga merupakan salah satu faktor yang kuat didalam mempengaruhi sikap, nilai, dan cara sesorang memandang dan memahami kedaan di dunia ini.
Pemilihan Persepsi (Perceptual Selectivity)
Prinsip-prinsip pemilihan persepsi berikut ini:
a) Faktor-faktor perhatian dari luar
Adapun faktor-faktor dari luar yang terdiri dari pengaruh-pengaruh lingkungan luar antara lain:
1 Intensitas, prinsip intensitas dari suatu perhatian dapat dinyatakan bahwa semakinbesar insentitas stimulus dari luar, layaknya semakin besar pula hal-hal itu dapat dipahami (to be perceived). Suara keras, bau yang tajam, sinar yang terang akan lebih banyak atau mudah diketahui sibandingkan dengan suara yang lemah, bau yang tidak tajam. Dan sinar yang buram.
2 Ukuran, faktor ini sangat dekat dengan prisip insentitas diatas. Faktor ini menyatakan bahwa semakin besar ukuran sesuatu obyek, maka semakin mudah untuk bisa diketahui atau dipahami. Bentuk ukuran ini akan mempengaruhi persepsi seseorang, dan dengan melihat bentuk ukuran sesuatu obyek orang akan mudah tertarik perhatiannya yang pada gilirannya dapat membentuk persepsinya.
3 Keberlawanan atau kontras, prinsip keberlawan ini menyatakan bahwa stumuli luar yang penampilannya berlawan dengan latar belakangnya atau sekelilingnya atau yang sama sekali diluar sangkaan orang banyak, akan menarik banyak perhatian.
GAMBAR Contoh
Prisip keberlawanan dalam persepsi
Sumber: Fred Luthans Organizazional Behaviour, 198, hlm.88
Bulatan hitam pada kedua gambar kelihatannya lebih besar dalam gambar lingkaran sebelah kanan. Perbedaan itu disebabkan karena latar belakang bulatan-bulatan itu tidak seimbang atau menunjukan keberlawanan. Padahal kedua bulatan hitam itu ukurannya sama.
4 Pengulangan (repetition), dalam prinsip ini dikemukakan bahwa stimulus dari luar yang diulang akan memberikan perhatian yang lebih besar dibandingkandengan sekali lihat. Seperti yang dikatakan oleh Clif ford Morgan, bahwa:” suatu stimulus yang diulangi mempunyai suatu kesempatan yang lebih baik untuk menangkap kita selama satu periode yakni ketika perhatian kita terhadap tugas pekerjaan memudar. Sebagai tambahan , pengulangan itu akan menambah kepekaan kita atau kewaspadaan terhadap stimulus.
5 Gerakan (moving), prinsip gerakan ini antaranya menyatakan bahwa orang akan memberikan banyak perhatian terhadap terhadap obyek yang bergerak dalam jangkauan pandangannya dibandingkan dari obyek yang diam.
6 Baru dan familier, prinsip ini menyatakan bahwa baik situasi eksternal yang baru maupun yang sudah dikenal dapat dipergunakan sebagaipenarik perhatian.
b) Faktor-faktor dari dalam (internal set factors)
1 Belajar atau pemahaman learning dan persepsi, semua faktor-faktor dari dalam yang membentuk adanya perhatian kepada sesuatu obyek sehingga menimbulkan adanya persepsi adalah didasarkan dari kekomplekan kejiwaan seperti yang diuraikandi mika. Kekomplekanini selaras dengan proses pemahaman atau belajar dan moivasi yang dipunyai oleh masing-masing orang.
2 Motivasi dan persepsi, selain proses belajar dapat membentuk persepsi, faktor dari dalam lainnya yang jufa menentukan terjadinya persepsi antara lain motivasi dan kepribadian.
3 Kepribadian dan persepsi, dalam membentuk persepsi unsure ini amat erat hubungannya dengan proses belajar dan motivasi yang mempunyai akibat tentang apa yang diperhatikan yangt diperhatikan dalam menghadiri suatu situasi.
ORGANISASI PERSEPSI
Pengoraganisasian persepsi itu meliputi 3 hal yaitu:
1) Kesamaan dan Ketidaksamaan
Sesuatu obyek yang mempunyai kesamaan dan ketidaksamaan cirri, akan persepsi sebagai suatu obyek yang berhubungan dan ketidak berhubungan. Artinya obyek yang mempunyai ciri yang sama dipersepsi ada hubungannya, sedangkan obyek yang mempunyai ciri tidak sama adalah terpisah.
2) Kedekatan dalam ruang
Obyek atau peristiwa yang dilihat oleh orang karena adanya kedekatan dalam ruang tertentu, akan mudah diartikan sebagai obyek atau peristiwa yang ada hubungannya.
3) Kedekatan dalam waktu
Obyek atau peristiwa juga dilihat sebagai hal yang mempunyai hubungan karena adanya kedekatan atau kesamaan dalam waktu.
Demikian ketiga hal diatas merupakan proses pengorganisasian perspsi. Setiap obyek yang diketahui adanya kesamaan dan ketidaksamaan, kedekatan dalam ruang, dan kedekatan dalam waktu, maka akan diorganisasikan sedemikian rupa sehingga menciptakan suatu persepsi tertentu.
B. KEPRIBADIAN
Ketika kita berbicara tentang kepribadian, kita tidak berbicara bahwa seseorang mempunyai pesona, pendangan positif terhadap kehidupan, wajah murah senyum, atau orang itu adalah finalis “happiest and friendliest” dalam kontes miss amerika tahun ini. ketika para psikologi berbicara tentang kepribadian, yang mereka maksudkan adalah konsep dinamik yang enggambarkan pertumbuhan dan perkembangan keseluruhan sistem psikologis seseorang. Alih-alih melihat kebagian-bagian dari orang itu, kepribadian melihat ke kelompok menyeluruh yang lebih besar dari sekedar jumlah dari bagian-bagian.
Gordon Allport mengatakan bahwa kepribadian adalah “organisasi dinamik dalam individu yang memiliki sistem psikologis tersebut yang menentukan penyesuaian uniknya terhadap lingkungan” untuk tujuan-tujuan kita anda hendaknya berfikir tentang kepribadian sebagai jumlah total cara-cara yang ditempuh individu untuk bereaksi terhadap dan berinteraksi dengan yang lain. Kepribadian paling sering digambarkan berdasar ciri-ciri yang dapat diukur yang diperlihatkan orang.
Penentu-penentu kepribadian
Keturunan, keturunan merunjuk ke faktor-faktor yang ditentukan sejak lahir. Ukuran fisik, daya tarik wajah, jenis kelamin, tempramen, komposisi, refleks otot, level energi, dan ritme biologis adalah karakteristik yang umumnya dianggap sepenuhnya atau secara substansial dipengaruhi oleh siapa orang tua anda; yakni susunan biologis, fisiologis, dan psikologis interen mereka. Pendekaan keturunan berpendapat bahwa penjelasan terakhir tentang kepribadian seseorang adalah struktur molekul dari gen, yang terdapat dalam kromosom.
Tiga aliran riset berbeda memberikan sejumlah kredibilitas ke argumen bahwa hereditas atau keturunan memainkan bagian penting dalam menentukan kepribadian seseorang. Aliran pertama melihat pada tiang penyanggaa genetic dari perilaku dan temperamen manusia dikalangan anak-anak kecil. Aliran kedua mengemukakan studi tentang dua anak kembar yang dipisahkan ketika lahir. Aliran ketiga meneliti konsisitensi kepuasan jabatan dari waktu ke waktu dan dalam berbagai situasi.
Lingkungan, diantara faktor-faktor yang memberikan tekanan pada pembentukan kita adalah kebudayaan dimana kita dibesarkan; pengkondisian awal kita; norma ditengah keluarga, teman, dan kelompok sosial; dan pengaruh-pengaruh lain yang kita alami. Faktor-faktor lingkungan ini memainkan peran penting dalam membentuk kepribadian kita.
Pertimbangan-pertimbangan cermat tentang argumentasi-argumentasi yang mendukung entah keturunan atau lingkungan sebagai penentu utama kepribadian mendorong kesimpulan bahwa keduanya penting. Keturunan menetapkan parameter atau batas luar, tetapi potensi penuh individu akan ditentukan oleh seberapa baik dia dalam menyesuaikan diri dengan tuntutan dan persyaratan llingkungan.
Situasi, faktor ketiga, situasi, mempengaruhi dampak keturunan dan lingkungan pada kepribadian. Kepribadian individu, walaupun umumnya stabil dan konsisten, berubah dalam situasi-situasi yang berbeda. Tuntutan beragam dari situasi yang berbeda menimbulkan aspek yang berbeda pada kepribadian seseorang. Oleh karena itu, hendaknya kita tidak melihat pola-pola kepribadian secara terpisah.
Memang tampaknya logis untuk mengendalikan bahwa situasi akan mempengaruhi kepribadian seseorang, namun skema klasifikasi rapi yang akan memberitahu kita akan dampak berbagai jenis situasi telah sebegitu jauh atau tidak kita dapatkan. Meski demikian, kita mengetahui bahwa situasi-situasi tetentu lebih relevan daripada yang lain dalam mempengaruhi kepribadian.
Ciri-ciri kepribadian
Karya awal dalam struktur kepribadian berkembang disekitar usaha untuk mengidentifikasi dan memberi label ke ciri-ciri yang bertahan lama yang menggambarkan perilaku individu. Karakteristik yang populer antara lain adalah rasa malu, keagresifan, kepatuhan, kemalasan ambisi, kesetiaan, dan ketakutan. Karakteristik-karakteristik tersebut, ketika diperagakan dalam banyak situasi, maka disebut ciri-ciri kepribadian. Semakin konsisten karakteristik tersebut dan semakin sering terjadi dalam berbagai situasi, maka semakin penting ciri-ciri tersebut dalam menggambarkan individu.
Upaya-upaya untuk mengisolasi ciri-ciri sudah dihindari karena terdapat begitu banyak ciri. Sebenarnya tidak mungkin untuk memperkirakan perilaku bila terdapat begitu banyak ciri yang harus diperhitungkan, oleh karena itu ribuan ciri-ciri dikurangi agar mudah dikelola.
Sebuah riset yang mengisolasikan 171 ciri, menghasilkan identifikasi atas 16 faktor kepribadian, yang disebut sebagai ciri sumber, atau utama. Ke-16 ciri ini umumnya dianggap sebagai sumber perilaku yang terus-menerus dan mantap, antara lain :
1. Dingin vs Ramah
2. Kurang cerdas vs Kurang cerdas
3. Terpengaruh perasaan vs secara emosianal stabil
4. Mengalah vs Dominan
5. Serius vs Ringan hati
6. Ceroboh vs Cermat
7. Penakut vs Petualang
8. Keras hati vs Sensitif
9. Percaya vs Curiga
10. Praktis vs Imajinatif
11. Langsung vs Penuh pertimbangan
12. Percaya diri vs Cemas
13. Kinservatif vs Suka mencoba
14. Tergantung kelompok vs Mandiri
15. Tidak terkendali vs Terkendali
16. Santai v s Tegang
Indikator tipe Myers-Briggs, yaitu salah satu kerangka kerja kepribadian yang paling luas digunakan. Pada hakikatnya indikator merupakan tes kepribadian dengan 100 pertanyaan yang menanyakan kepada seseorang bagaimana mereka biasanya merasa atau bertindak dalam situasi-situasi tertentu.
Berdasarkan jawaban-jawaban yang diberikan individu-individu terhadap tes itu, para individu tersebut diklasifikasikan sebagai ekstrovert dan introvert (E atau I),tajam atau intuitif (S atau N), pemikir atau perasa (T atau F), dan memahami atau menilai (P atau J). klasifikasi tersebut kemudian digabungkan menjadi 16 tipe kepribadian (hasil riset diatas).
Model Lima Besar, MBTI mungkin kekurangan bukti valid yang mendukung tetapi itu tidak terjadi pada model lima faktor kepribadian – lebih umum disebut “Lima Besar”. Dalam tahun terakhir, suatu badan riset yang mengesankan mendukung bahwa lima dimensi dasar itu saling melandasi dan mencakup sebagian besar perbedaan signifikan dalam kepribadian manusia faktir-faktor lima besar tersebut itu adalah :
Ekstroversi, dimensi ini mencakup tingkat kesenangan seseorang akan hubungan orang-orang yang ekstrovert cenderung suka berkelompok, tegas, dan mampu bersosialisasi. Kaum introvert cenderung pendiam, pemalu, dan tenang.
Kemampuan untuk bersepakat, dimensi ini merujuk kecenderungan individu untuk tunduk kelain orang-orang yang berkemampuan tinggi untuk bersepakat bersifat kooperatif, hangat dan percaya. Orang yang memiliki skor yang rendah dalam kemampuan untuk bersepakat adalah orang yang dingin, tidak mampu bersepakat, dan antagonistik.
Kemampuan untuk mendengarkan suara hati, dimensi ini merupakan ukuran dari keandalan. Orang yang sangat peka terhadap suara hati bersifat bertanggung jawab, terorganisir, dapat dipercaya, dan gigih. Mereka yang memiliki skor rendah dalam dimensi ini mudah bingung tidak terorganisir, dan tidak handal
Stabilitas emosi, dimensi ini membuka jalan bagi kemampuan seseorang untuk bertahan terhadap stees. Orang dengan stabilitas emosi yang postif cenderuung tenang, percaya diri, dan merasa aman. Mereka dengan skor negatif yang tinggi cenderung ggugup, cemas, tertekan, dan merasa tidak aman.
Keterbukaan terhadap pengalaman, dimensi terkhir ini mengukur kisaran minat dan kekaguman individu terhadap hal baru. Orang yang secara ekterm terbuka adalah orang yang kreatif, ingin tahu, dan secara artistik sensitif. Mereka yang berada pada sisi lain katagori keterbukaan bersifat konvensional dan menemukan kenyamanan hanya jika telah akrab.
Disamping menjadi kerangka kerja kepribadian yang menyatu, penelitian tentang Lima Besar juga menemukan hubungan penting antara dimensi-dimensi kepribadian ini dengan kinerja pekerjaan. Kinerja jabatan ditentukan berdasarkan pemeringkatan kinerja, keahlian pelatihan (kinerja selama program pelatihan), dan data personalia seperti tingkat gaji. Selanjutnya tingkat pengenalan jabatan yang lebih tinggi menyumbang ke tingkat kinerja jabatan yang lebih tinggi.
Untuk dimensi-dimensi kepribadian lainnya,kemampuan untuk memperkirakan tergantung pada kriteria kinerja dan kelompok jabatan. Hal yang tidak begitu jelas adalah mengapa stabilitas emosi yang positif tidak berhubungan dengan kinerja jabatan. Secara intuitif, sepertinya orang yang tenang dan tegar akan melakukan dengan lebih baik hampir semua pekerjaan dibanding orang yang cemas dan tidak tegar. Para peneliti mengemukakan bahwa orang yang memiliki skor yang cukup tinggi pada stabilitas emosi yang mempertahankan pekerjaan mereka.
Atribut-atribut kepribadian utama yang mempengaruhi OB
Dalam bagian ini, kami ingin mengevaluasi secara lebih cermat atribur-atribut kepribadian spesifik yang ternayata merupakan indikator yang berpengaruh dalam memperkirakan perilaku dalam organisasi.
Lokus Kendali, sebagian orang yakin bahwa mereka adalah penguasaatau nasib mereka. Yang lain melihat diri mereka sendiri sebagai pion dari nasib, yang percaya bahwa apa yang terjadi bagi mereka dalam kehidupan mereka disebabkan karena nasib baik atau kesempatan. Tipe pertama, mereka yang yakin bahwa mereka mengendalikan nasib mereka, diberi label internal, sementara yang kedua, yang melihat jidup mereka dikendalikan oleh kekuatan luar, disebut eksternal. Persepsi seseorang tentang sumber nasibnya diistilahkan sebagai Lokus Kendali.
Sejumlah besar penelitian yang membandingkan internal dengan eksternal secara konsisten memperlihatkan bahwa individu-individu yang memiliki skor tinggi dalam eksternalitas kuas puas dengan jabatan mereka, memiliki tinggi keabsenan yang lebih tinggi, lebih terasing dari tempat kerja. Bukti keseluruhan menunjukan bahwa orang-orang internal umumnya berkinerja lebih baik dalam pekerjaan mereka, namun kesimpulan itu hendaknya diperlunak agar dapat mencerminkan perbedaan-perbedaan pekerjaan. Sebaliknya, kaum eksternal akan melakukan dengan baik pekerjaan-pekerjaan yang rutin dan terstruktur baik dan dimana keberhasilan sangat tergantung pada penyesuaian dengan petunjuk orang lain.
Machiavelliansime, individu yang machiavelliansimenya tinggi bersifat pragmatis, menjaga jarak emosi, dan yakin bahwa tujuan dapat menghalalkan cara. “Jika berfungsi maka digunakan” konsistem dengan perspektif yang Mach-nya tinggi.
Sejumlah besar penelitian telah diarahkan untuk menghubungkan kepribadian Mach tinggi rendah dengan hasil perilaku tertentu orang-orang yang Machnya tinggi lebih banyak melakukan manipulasi. Lebih sering menang, kirang bisa dibujuk, dan membujuk lebih banyak orang lain daripada orang-orang dengan mach yang rendah. Namun hasil dengan orang Mach tinggi ini diperlunak oleh faktor-faktor situasi. Tetapi jika tujuan tidak menghalalkan cara, jika ada standart perilaku yang absolut, atau jika faktor situasi tidak ada, kemampuan kita untuk memperkirakan kinerja yang tinggi dari orang yang ber-Mach tinggi akan sangat terbatas.
Harga diri, setiap orang berbeda dalam tingkat dimana mereka suka atau tidah suka terhadap dirinya yang biasa disebut harga diri. Penelitian tentang harga diri (SE) menawarkan sejumlah kajian penting tentang perilaku organisasi. Orang dengan SE (self-esteem) tinggi yakin bahwa mereka memilki kemampuan yang mereka butuhkan untuk berhasil dalam bekerja.
Orang-orang dengan harga diri tinggi akan menempuh risiko yang lebih besar dalam seleksi pekerjaan dan lebih mungkin untuk memilih pekerjaan yang tidak konvensional daripada orang-orang dengan harga diri rendah. Orang-orang dengan SE rendah tergantung pada penerimaan evaluasi positif dari orang lain. Akibatnya, mereka lebih mungkin untuk mencari pengakuan dari orang lain dan lebih suka berkompromi dengan keyakinan dan perilaku orang-orang yang mereka hargai daripada orang dengan SE tinggi.
Pemantauan diri, satu ciri kepribadian yang akhir-akhir ini mendapat perhatian yang semakin besar adalah pemantauan diri. Ciri tersebut merujuk ke kemampuan individu untuk menyesuaikan perilakunya dengan faktor-faktor situasi eksternal. Orang-orang yang punya pemantauan diri tinggi mampu menyajikan kontradiksi yang mencolok antara personal public mereka dan diri pribadi mereka. Orang yang mempunyai pemantauan diri yang rendah tidak dapat menyamarkan diri dengan cara itu, mereka cenderung menampilkan disposisi dan sikap mereka yang sebenarnya dalam setiap situasi; oleh karena itu, terdapat konsistensi perilaku yang tinggi antara siapa mereka dan apa yang mereka lakukan.
Pengambilan risiko, orang-orang berbeda keinginan mereka untuk memanfaatkan peluang kecenderungan untuk mengambil atau menghindari risiko ternyata membawa dampak pada berapa lama waktu yang dibutuhkan manajer untuk mengambil keputusan dan berapa banyak informasi yang mereka perlukan sebelum menentukan pilihan mereka. Manajer yang bersedia menanggung risiko yang tinggi mengambil keputusan lebih cepat danmenggunakan informasi yang lebih sedikit dalam menentukan pilihan mereka disbanding manajer yang kurang bersedia menempuh resiko.
Kepribadian Tipe A, Seseorang dengan kepribadian tipe A “secara agresif terlibat dalam perjuangan bertahun-tahun tiada henti untuk mencapai lebih banyak dalam waktu yan lebih sedikit, dan jika perlu, melawan upaya-upaya lein atau orang lain yang menantang”.
Sifat-sifat tipe A :
1. Serba cepat dalam bergerak, berjalan, dan makan.
2. Merasa tidak sabar atas tingkat kejadian sebagian besar peristiwa yang berlangsung.
3. Berusaha keras untuk berfikir atau melakukan dua hal atau lebih sekaligus.
4. Tidak dapat menikmati waktu luang,
5. Terobsesi dengan jumlah, mengukur kesuksesan berdasar berapa banyak yang mereka peroleh.
Kontras dengan kkepribadian tipe A, adalah tipe B. persis sebaliknya, orang tipe B “jarang didorong oleh keinginan untuk mendapatkan barang yang jumlahnya semakin meningkat atau berpartisipasi dalam semakin banyak rankaian peristiwa tiada akhit dan jumlah waktu yang semakin menurun”
Sifat-sifat tipe B :
1. Tidak pernah mengalami keterdesakan waktu ataupun ketidaksabaran;
2. Merasa tidak perlu memamerkan atau membahas entah prestasi mereka atau apa yang sudah mereka capai kecuali kalau pemaparan itu dituntut oleh situasi;
3. Bermain untuk mendapatkan kegembiraan dan relaksasi dan bukannya untuk memperlihatkan superioritas mereka;
4. Dapat santai tanpa meras bersalah.
Tipe A berorientasi dalam tingkat stessyang seddang sampai tinggi mereka memasukan diri mereka sendiri kedalam tekanan waktu yang terus-menerus yang berarti menciptakan kehidupan yang penuh tenggat waktu bagi diti mereka sendiri. Karakteristik-karakteristik ini menghasilkan beberapa hasil perilaku yang agak spesifik.
Mencapai Kecocokan Kepribadian
Dua puluh tahun yang lalu, organisasi-organisasimemperhatikan kepribadian terutama karena mereka ingin mencocokan individu-individu dengan jabatan-jabatan tertentu.
Kecocokan orang dengan pekerjaan, perhatian menyangkut pencocokan syarat-syarat dengan karakteristik kepribadian diungkapkan dengan baik sekali dalam teori kecocokan kepribadian-pekerjaan yang dikemukakan John Holland. Teori itu didasarkan pada pengertian tentang kecocokan antara ciri-ciri kepribadian individu dan lingkungan kedudukannya. Holland menyajikan enam tipe kepribadian dan mengemukakan bahwa kepuasan dan kecenderungan untuk meninggalkan pelerjaan tergantung pada sejauh nama individu-individu itu berhasil mencocokan kepribadian mereka dengan lingkungan pekerjaan.
Kecocokan organisasi orang, kecocokan organisasi-orang pada hakikatnya berpendapat bahwa orang akan meninggalkan pekerjaan yang tidak cocok dengan kepribadian. Dengan menggunakan terminologi Lima Besar, misalnya kita dapat memperkirakan orang dengan ekstroversi tinggi lebih cocok dengan kebudayaan yang agresif dan berorientasi tim; orang dengan kemampuan sepakat yang tinggi akan lebih cocok dengan iklim organisasi yang suportif disbanding orang yang berfokus pada keagresifan; dan bahwa orang dengan keterbukaan tinggi terhadap pengalaman lebih cocok dengan organisasi-organisasi yang menekankan pada inovasi dan bukannya standardisasi.
BAB III
PEMBAHASAN
persepsi adalah proses kognitif yang dialami oleh setiap orang di dalam memahami informasi tentang lingkungannya, baik lewat penglihatan, pendengaran , perasaan, dan penciuman. Dan kepribadian merupakan konsep dinamik yang menggambarkan pertumbuhan dan perkembangan keseluruhan sistem psikologis seseorang.
Keterkaitan antara kasus bank century ini yaitu Budiono bekas Gubernur Bank Indonesia yang kini menjabat Wakil Presiden, bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani, harus diperiksa aparat hukum dan diminta pertanggung-jawabannya dalam kasus Bank Century.
Mereka berdua adalah orang yang paling bertanggung jawab atas talangan (bail-out) bank swasta kecil itu, tapi telah menghabiskan uang negara Rp 6,7 triliun. Sri mulyani dan budiono memiliki persesi masing-masing. Bidono yang melihat suatu situasi dalam lingkungannya yaitu dengan menggunakan uang century untuk kampanye yang dijalankan maka tidak akan terjadi masalah apapun tapi ternyata itu salah. Perbuatan yang ia lakukan itu menjadi melemahkan kekuasaan presiden saat ini terkait dengan skandal bilout century tersebut. Sejak awal sudah sipastikan skandal century dalam pembangunannya terdapat pelanggaran dalam aturan Bank Indonesia. Selain itu sry mulyani yang merupakan menteri keuangan gak tau lagi jan.cari yah peran sri mulyani jadi pa di bank century.
Budiono dalam mengelola pada waktu menjabat sebagai gubernur Bank Indonesia memiliki persepsi dan dalam pengelolaannya kurang memiliki tangung jawab yang menyebabkan Bank Centuri ini di bil-out oleh menteri keuangan sri mulyani. Sehingga persepsi yang budiono punya menyebabkan dalam kekuasan presiden sekarang melemah. Sehingga dalam menilai kepribadian budiono sekarang dia menjadi agak tertutup dalam memberikan informasi. Sehinnga menimbulkan kepribadian yang kurang begitu untuk dilihat dalam masuyarakat Indonesia ini.
Sumpah may gak tau lagi ojaaannn..
Mmmaaff yaaa???
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
DAFTAR PUSTAKA
Miftah Thoha, Perilaku Organisasi. Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada, 2003.
Stephen P. Robbins. Prilaku organisasi Edisi Kesepuluh. Jakarta: PT Indeks kelompok Gramedia,2006.
.:SBY, Budiono dan Sri Mulyani di tengah Gelombang Century:.
Written about 2 weeks ago • Comment • LikeUnlike • Report Note
Langganan:
Postingan (Atom)