selamat datang sahabat-sahabat yang peduli pendidikan..

Ada Untuk Berbagi,.
Terlahir untuk berproses...
Salam Pendidikan Berkualitas...

Sabtu, 23 April 2011

Positioning dan Marketing Mix dalam Manajemen Pemasaran

TUGAS REPORTASE KE-5
MANAJEMEN PEMASARAN DAN JASA PENDIDIKAN
Nama : Tuti Alfiani
Jurusan : Manajemen Pendidikan 2009 FIP UNJ
NIM : 1445096092


Positioning dan Marketing Mix dalam Manajemen Pemasaran

Jakarta, 20 April 2011. Pada pertemuan perkuliahan kali ini Bapak Amril Muhammad, SE., M.Pd. selaku dosen Manajemen Pemasaran dan Jasa dalam Pendidikan ini membahas tentang Positioning dalam Manajemen Pemasaran.

Positioning adalah suatu cara bagaimana kita meletakan atau menempatkan jasa atau produk yang ingin dijual sesuai dengan sasaran yang diinginkan.
Ada beberapa aspek yang harus diperhatikan dalam upaya positioning :

1. Competitive Advantage, terdapat empat unsur, yaitu ; product, service, personel, dan image.

2. Communicating and Delivering, merupakan proses menyampaikan barang dari produsen ke konsumen. Sehubungan dengan hal ini dimungkinkan terjadi hal yang kurang memuaskan yang dirasakan oleh konsumen, misalnya pada sistem pemesanan produk yang dipasarkan secara online. Sering kali produk yang dipesan tidak sesuai dengan permintaan konsumen, bahkan setring kali terjadi penipuan.

Selanjutnya, setelah membahas positioning, perkuliahan dilanjutkan dengan membahas materi tentang Mareting Mix. Marketing Mix dibagi menjadi beberapa komponen, yaitu :

1.produk
2.price
3.place
4.promotion
1.produk, terbagi menjadi dua yaitu,

a. Consumer produk, yaitu barang yang dibeli untk dikonsumsi atau dinikmati sendiri. Contoh : membeli makanan yang dikonsumsi sehari-hari, membeli pakaian untuk dipakai sendiri sebagai pemenuhan kebutuhan dan lain-lain.

Consumer product dibedakan menjadi 4 golongan seperti berikut ini :

*Convenience, merupakan barang yang dibeli secara terus menerus atau kontinyu seperti manusia membutuhkan makan atau sandang pangan (dibeli terus menerus).

*Shopping product, yaitu adanya pemilihan dalam membeli barang (selectif).

*Specialty product, merupakan pembelian barang dihari tertentu atau musim tertentu seperti beli kue dan baju muslim saat lebaran idul fitri. Belanja pohon natal dan pernak-pernik natal ketika menjelang natal tiba.

*Unsought, yaitu membeli barang disebabkan ikut-ikutan (trend). Biasanya dilatarbelakangi oleh diskon besar-besaran yang merupakan strategi yang digunakan oleh pihak penjual.

b. Industrial produk, barang-barang yang dibeli untuk bisnis atau dijual kembali. Contoh : beli pakaian secara grosir atau dalam jumlah banyak untuk dijual kembali di pasaran.

Hal-hal yang harus dipertimbangkan dalam strategi pemasaran yang terkait dengan positioning :

Produk Attributes – Brand – Packaging – Labeling – Product – Support Service

1. Product Attributes, merupakan segala sesuatu berhubungan dengan kelengkapan peralatan maupun produk, seperti :

a. Qualitas; daya tahan, kehandalan produk, presicion atau tampilan, kemudahan pengoprasian atau easy of operation, repair, dan other value attribute (pemilihan barang sesuai keinginan) seperti membeli sesuai tanggal lahir atau tanggal special si pembeli.

b. Features, terkait dengan aplikasi-aplikasi atau fasilitas yang terdapat pada produk yang dijual. Biasanya konsumen akan lebih tertarik jika banyak features yang disediakan pada suatu produk. Contohnya pada handphone dengan beragam aplikasi.

c. Design, hal ini juga lebih berkaitan dengan tampilan dan kemudahan yang bias didapatkan si pengguna atau pembeli jika membeli produk tersebut. Missal sporty atau feminine, mewah atau sederhana.

2. Brand, merupakan nama yang penting sebagai tanda dan symbol dari produk atau perusahaan yang memproduksi, seperti berikut ini :

a. Brand Equity, memilih merk yang sesuai.

b. Brand Sponsor, dalam brand sponsor ada induknya. Contoh : RCTI, Global TV, MNC TV tergabung dalam satu grup yaitu MNC Group Corporation. UNILEVER merupakan induk dari produk kebutuhan sehari-hari seperti pasta gigi, sabun, deterjen dll.

c. Co Brand, merupakan merk bersama, contoh untuk memperluas pangsa pasar menggunakan merk iternasional. Contoh : AQUA merupakan merk local, namun bekerjasama dengan DANONE yang bertaraf international.

3. Packaging (container dan wrapper), terkait dengan pengemasan suatu produk. Biasanya produk dikemas semenarik mungkin agar pembeli tertarik dengan produk yang dipasarkan tersebut.

4. Labeling, contoh TransJakarta – Busway.

5. Product Support Service, merupakan layanan pendukung pada suatu produk .
Contoh : membeli handphone ada tempat servicenya .